WALHI Tegaskan, Jepan Harus Stop Danai Energi Fosil

Aksi Walhi di depan Kedubes Jepan

RadarKotaNews, Jakarta -.Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Jepang Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (3/8), mereka menyikapi Jepan Energi Summit yang mempromosikan proyek LNG, Amoniak dan Hydrogen yang akan menjadi energi hijau

Koordinator APMDD, Lidy Nacpil menegaskan, STOP danai Energi Fosil!!! hari ini kami menyampaikan protes atas tindakan Jepang dalam mempromosikan gas fosil dan hidrogen sebagai transisi energi batubara yang diklaim mampu mempercepat pengurangan emisi karbon tahun 2050.

"Kita ketahui Aksi serupa ini juga dilakukan di Tokyo, Manila dan Bangladesh yang digelar sejak 2 Agustus 2022, Para aktivis meminta pemerintah dan perusahaan Jepang untuk menghentikan pendanaan bahan bakar fosil dan menghentikan promosi solusi palsu krisis iklim," tegas Nacpil

Saat ini kata dia, Jepang mengadakan KTT Sektor Energi 2022 sejak 2 hingga 4 Agustus 2022 yang dihadiri perwakilan pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi hingga pemilik modal dari lebih 20 negara, Dengan mendapat dukungan dari investor besar, KTT ini bertujuan membahas bagaimana Jepang berupaya dalam menekan emisi.

"Kami meminta peserta KTT berhenti mendukung bahan bakar fosil dan sebaiknya ikut berkontribusi pada transisi energi yang cepat, adil dan energi terbarukan demokratis di Asia," ungkapnya

Menurut Nacpil, Jepang telah memposisikan dirinya sebagai pelopor dalam teknologi hidrogen dan membayangkan penciptaan teknologi hidrogen di kalangan masyarakat. Tahun lalu, pada COP 26,

Sementara kata Nacpil, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjanjikan dukungan Jepang kepada negara berkembang di Asia yang ingin menggunakan bahan bakar berbasis amonia dan hidrogen.

"Penyebab utama krisis iklim adalah penggunaan bahan bakar fosil. Kita perlu mempercepat transisi, adil dan merata menuju teknologi energi bersih terbarukan, bukan memperpanjang umur industri bahan bakar fosil seperti penggunaan hidrogen, gas fosil dan penangkapan karbon. Teknologi ini justru mengarah pada produksi bahan bakar fosil lebih besar," kata Nacpil.

Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Suci Fitria Tanjung menjelaskan bahwa Jepang dalam mengatasi perubahan iklim, LNG itu bukan energi berkelanjutan karena itu juga berasal dari energi fosil bahkan bisa jadi ternyata emisi yang dihasilkan akan sama atau bahkan lebih besar dibandingkan batubara.

Selain itu, di Indonesia sendiri rencana pembangunan terminal LNG juga sudah menuai banyak protes karena rencananya akan dibangun di kawasan Tahura Mangrove yang rehabilitasinya dulu dibiayai oleh Jepang sendiri

"Kami dengan tegas menuntut agar Jepang tidak mendanai solusi palsu yang hanya beralih dari energi fosil ke energi fosil lainnya dan menghentikan semua pendanaan energi fosil termasuk LNG, amonia, dan hidrogen," pungkas Suci Fitria Tanjung, (adrian)

Penulis:

Baca Juga