oleh

Wacana Pembebasan Napi Koruptor Oleh Menkumham, DPP IMM: Kebijakan Unfaedah

RadarKotaNews, Jakarta – Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik DPP IMM, Imam Alfian menyebut bahwa, wacana revisi Peraturan Pemerintah No. 99 tahun 2012 tentang syarat dan Tata Cara Pelaksanan Hak Warga Binaan Permasyarakatan. Imam menilai usulan Yasona Laoli agar Narapidana korupsi usia di atas 60 Tahun di bebaskan di tengah pandemi Covid-19 (Virus Corona), merupakan kebijakan yang Unfaedah.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, Seharusnya pemerintah berfikir untuk membuat kebijakan yang lebih memiliki dampak kemaslahatan bagi masyarakat yang lebih luas, dari pada harus memikirkan nasib narapidana koruptor yang jelas – jelas merupakan kriminal dan penjahat negara. Jadi menurut kami niatan Menkumham ini jelas tidak berfaedah dan Kontra produktif” kata Imam, Sabtu (4/4/2020)

Imam melanjutkan, masih banyak PR pelaksanaan kebijakan hukum yang stagnan berkaitan dengan kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia yang masih bergentayangan di Indonesia, belum di sentuh pemerintah, apalagi itu menjadi janji Presiden Jokowi saat kampanye. ini malah menkumham kelihatan jelas – jelas melindungi penjahat kemanusiaan berlebel koruptor lewat revisi PP. 9/2012

Oleh karena itu, DPP IMM menolak wacana tersebut, sebab Korupsi tergolong dalam kasus Ekstra Ordinary Crime karena yang menjadi korban adalah seluruh rakyat Indonesia, untuk itu penegakkan hukum atas kasus ini tidak boleh di longgarkan apalagi sampai di bebaskan.

“Hal ini menurut kami mencoreng prinsip Indonesia sebagai Negara Hukum” Tegas Imam

Sebelumnya alasan Yasona Laoli ingin membebaskan para Narapidana Koruptor adalah dengan pertimbangan kemanusiaan mengingat jumlah penghuni rutan sangat padat dan sulit untuk melakukan Phisical Distancing, Menurut imam, hal itu hanya menjadi alibi menkumham saja.

“Bahwa alasan Kemanusiaan tidak boleh menciderai prinsip equality before the law, dengan mengkhususkan kepada narapidana Koruptor. Kan kelihatan sekali alibi menkumham ini,” Jelas Imam. (adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed