oleh

UTA’45 Jakarta 2 Tahun Tunda Wisuda, Dana Tidak Ada yang Dikembalikan

RadarKotaNews, Jakarta – Sejumlah perwakilan mahasiswa calon wisudawan/wisudawati Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA’45 Jakarta) didampingi Lembaga Bantuan Hukum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH SEMMI) mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (27/7/20), mereka menyatakan beberapa keberatan perihal penundaan wisuda sejak 2 Tahun lalu dengan berujung pada keputusan Rektor untuk wisuda online tanpa pengembalian dana sedikitpun.

Kuasa perwakilan calon wisudawan/i dan Direktur LBH SEMMI, Gurun Arisastra,S.H mengatakan, Kami LBH SEMMI sebagai kuasa hukum dari perwakilan calon wisudawan/i Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta bersama para perwakilan Calon Wisudawan/i mendatangi kemendikbud sebagai bentuk upaya non litigasi (diluar pengadilan) mengadukan atau melaporkan keberatan terhadap pelaksanaan anggaran wisuda offline disamakan dengan anggaran wisuda online.

“Kami mohon keadilan, ini hak kami,” tegas Gurun

Ditempat yang sama ketua perwakilan wisudawan/wisudawati angkatan 2014, Nanda Rizka menyatakan bahwa pihaknya keberatan kepada Kemendikbud karena dalam surat keputusan Rektor UTA’45 hanya menetapkan wisuda online namun tidak menyatakan atau mencantumkan pengembalian dana wisuda 50 % yang telah dibayar lunas.

“Kami sudah dialog dengan Rektor dan tidak ada itikad baik untuk mengubah keputusan serta mengembalikan dana wisuda 50%,” tutur Nanda

Namun demikian, sejumlah perwakilan Wisudawan/wisudawati merasa dikecewakan karena Dana wisuda dituntut dibayarkan lunas sebelum sidang skripsi, nyatanya wisuda diundur terus menerus dan pada akhirnya berujung pada keputusan wisuda Online.

“Kami merasa terpukul karena dituntut membayar lunas di awal sebesar 3,5 Juta Lunas sebelum sidang skripsi dan dijanjikan wisuda pada tanggal 14 November 2019, diundur menjadi 13 April 2020 lalu tiba-tiba dijadikan Online tapi tidak ada sedikitpun dana yang dikembalikan mengingat Anggaran wisuda online pasti berbeda dengan Wisuda offline” tambah Nanda Rizka yang merupakan lulusan tahun 2018.

Para wisudawan dan Wisudawati menyatakan keputusan Rektor UTA’45 Jakarta sangat tidak adil dan merugikan mahasiswa. Mereka ingin pihak UTA’45 Jakarta mengembalikan sebagian Dana wisuda yang sudah dijanjikan sejak 2 tahun lalu dan Berharap Pihak Kemendikbud menindaklanjuti aduan dan memberikan teguran kepada Rektor UTA’45 Jakarta yang seolah memanfaatkan situasi pandemi dengan menunda wisuda 3 angkatan.

Karena itu, kami nyatakan Rektor sangat tidak adil dan benar-benar merugikan Mahasiswa, kami ingin dana wisuda kami sebagian dikembalikan. “Kami juga berharap Kemendikbud menindaklanjunti laporan atau aduan kami dan memberikan teguran kepada Rektor yang menyalahgunakan wewenangnya dengan memanfaatkan situasi Pandemi ini.” Tutup Nanda. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed