oleh

Ustd Shobri: Pelaku Korupsi Potong Tangan Jangan di Penjara

RadarKotaNews, Jakarta – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH. Ahmad Shobri Lubis muak dengan aneka macam korupsi yang seolah-olah sudah berlomba-lomba.

“Ini dampaknya luar biasa sangat menghancurkan,” kata Ustd Shobri saat berunjuk rasa yang gelar oleh Persaudaraan Alumni 212 (FPI, GNPF Ulama, Brigade Jawara Betawi dan Jama’ah Majelis Taklim). di kawasan patung kuda Jalan medan merdaka, jakarta pusat, Jumat (21/2/2020)

Menurut Ustd Shobri, hal itu bukan menghancurkan satu keluarga, namun, satu desa, satu kabupaten atau satu provinsi, bahkan bisa menghancurkan satu negara.

Kita berhutang melulu,”tukasnya

Masalahnya bukan hanya hutang saja, namun korupsi yang tidak bisa diberantas. Sampai-sampai, kata Ustd Shobri, KPK tidak mampu memberantas korupsi apabila itu menyangkut PDIP yang berkuasa sekarang.

Pasalnya, ada indikasi pelaku pelaku korupsi dilindungi oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, Kita akan usulkan di UU Korupsi, kalau korupsi dibawah 1 milyar potong tangan. Kalau korupsi diatas 1 milyar, potong leher. Jangan dipenjara, keenakan. Penjahat bisa selfie di tahanan, ini tidak waras.

“Orang miskin dikampung kampung, tidak pernah dikasih makan oleh negara. Namun koruptor bajingan dipenjara, dikasih makan oleh negara,” jelasnya

“Setujukah kalau kita pake hukum Islam, potong tangan, 3 hari setelah potong tangan, masuk kantor, teman-temannya dikantor melihat, pasti akan ada efek jera. Kalau di penjara, tidak akan ada efek jera. FPI dari dulu sudah mengusulkan, korupsi potong tangan.”ujar Ustd Shobri.(Dirga)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed