oleh

Upaya Reindustrialisasi di Era Jokowi

Radarkotanews – Direktur Riset CORE Indonesia, Mohammad Faisal, Ph.D, mengatakan bahwa kenaikan upah minimum Provinsi/Kabupaten tingkat upah dan pertumbuhanya sangat bervariasi antar daerah, kenaikan rata-ratanya -+13%.

“Inflasi yang relatif tinggi akan menekan daya beli masyarakat dan Pok buruh sangat rentan terhadap inflasi bahan pangan. Upah memang secara nominal meningkat tapi secara riil relatif stagnan, selain itu hampir 50% pekerja menerima upah dibawah UMP.”Ujar Mohammad Faisal dalam diskusi yang bertajuk “Upaya Reindustrialisasi di Era Jokowi : Menakar Insentif Pajak dan Sistem Pengupahan.” Di Jakarta selatan, Selasa (5/5).

Sambung Mohammad Faisal. Pendidkan tenaga kerja sangat mempengaruhi prduktivitas sedangkan dunia kerja kita masih didominasi oleh pekerja berpendidikan rendah. Rincianya lulusan SD 47%, SMP 18%, SMA 16%, SMK 9%, Diploma 3% dan PT 7%.

Sementara reorientasi kebijakan pengupahan perlu mempetimbangkan daya saing ekonomi, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi juga tetapi harus memperhatikan daya beli masyarakat.

Selain itu pengaturan pengupahan harus berdasarkan sektor dan skala usaha jadi tidak hanya regional. Penentuan KHL dan penyesuaian upah minimum perlu memperhatikan kondisi ekonomi atau iklim usaha. Jadi tidak harus ditentukan 2 atau 5 tahun sekali, tapi pleksibel.”Pesannya. (Hafid Aliah)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed