Ulama dan Masjid Didzalimi, Komunis Bangkit Lagi?

Foto: Komunitas Peduli Umat, Gayuh Rahayu Utami (Ist)

Oleh : Gayuh Rahayu Utami

Negeri Mayoritas muslim terbesar di dunia mengalami kejadian ironis dan mengiris hati. Ulama dan masjid yang seharusnya dimuliakan dan diberikan penghormatan kini nasibnya sungguh malang.

Peristiwa penusukan ustadz di Batam dan perusakan mimbar masjid di Makassar menuai polemik yang cukup pelik serta meresahkan masyarakat. Kejadian tersebut tidak hanya satu kali dua kali melainkan sering dilanda oleh para penceramah di tanah air. Di antaranya jika dikumpulkan terjadi lima kasus penyerangan terhadap ustadz selama bulan September.

Pertama adalah di Bekasi. Seorang ustadz menjadi korban pembegalan dan pembacokan bernama RM Jalaludin. Beliau menderita luka bacok di pinggang. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 September 2021 pukul 03.00 dini hari. Beruntung, korban masih bisa diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke rumah sakit. Kasus ini masih ditangani oleh Polres Bantar Gebang dan Polres Metro Bekasi.

Kasus yang kedua terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Penyerangan terhadap Ustadz Chaniago terjadi hari Senin, 20 September 2021 di siang hari ketika sedang mengisi ceramah. Beliau diserang oleh pria tak dikenal. Video penyerangan ini ramai di media sosial. Beruntung, tokoh agama asal Batam itu berhasil melarikan diri. Pelaku penyerangan terhadap ustadz tersebut dinyatakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Jamaah yang ada di lokasi langsung menangkap pelaku.

Peristiwa berikutnya adalah di Banten. Ustadz Marwan meninggal karena ditembak oleh orang tak dikenal. Beliau mengalami pendarahan hebat di pinggang bagian kanan. Timah panas menembus hingga ke pinggang kirinya. Sampai saat ini, kasus tersebut masih diselidiki Polres Metro Tangerang Kota dibantu Polda Metro Jaya.

Dilanjutkan dengan kasus yang menimpa da'i kondang mendiang Sheikh Ali Jaber yang terjadi pada bulan September tahun 2020. Peristiwa penusukan di bahu bagian kanan oleh orang yang tak dikenal saat mengisi ceramah di Lampung. Sontak terkejut para jama'ah menyaksikan kejadian tersebut dan mengejar si pelaku. Akhirnya pelaku mendapatkan seumur hidup atau hukuman mati.

Kasus selanjutnya terjadi di Bandung, Jawa Barat. Ustadz Prawoto selaku Komando Brigade Persis (Persatuan Islam) harus meregang nyawa setelah dianiaya seorang pria yang berinisial AM pada tanggal 1 Februari 2018. Bermula dari pelaku yang membuat gaduh di rumah korban, tetapi pelaku tidak terima ketika diingatkan oleh korban. Akhirnya dibacok dan nyawa tidak sempat tertolong. Sungguh sangat menyedihkan. (okezone.com, 23 September 2021)

Dari rangkaian kasus di atas. Jika ditelaah lebih jauh, peristiwa tentang perlakuan buruk terhadap ulama selalu ditempatkan pada bulan September belakangan ini. Perlu kita cermati bahwa kasus-kasus yang membuat masyarakat semakin khawatir menunjukkan realita yang ada. Sebagai rakyat yang sadar patut kita waspadai dengan adanya kebangkitan bibit-bibit komunis yang mulai bangkit setelah kita ketahui bahwa PKI mempunyai sejarah yang begitu kelam di negeri ini.

Singkat cerita kekejaman PKI ini sampai membekas di benak masyarakat. Mulai dari peristiwa pembunuhan jendral, pembunuhan santri dan ulama yang dilakukan secara sadis serta tidak manusiawi. Sebagian besar, peristiwa pembantaian sadis yang dilakukan PKI terjadi di propinsi Jawa Timur. Tentu kita belajar dari sejarah bahwasanya komunisme nyata - nyata ideologi jahat yang wajib dihilangkan. Penyebab bangkitnya komunisme tidak lain adalah lemahnya pemahaman kaum muslimin mengenai Islam yang kaffah dan kurangnya kesadaran politik.

Selain ideologi komunis yang hari ini mulai berkembang lagi, kondisi umat Islam juga dicengkeram oleh ideologi kapitalis. Baik ideologi kapitalis maupun sosialis komunis sangat tidak sesuai dengan fitrah manusia, sehingga tidak layak untuk diambil oleh kaum muslimin. Ideologi komunis menolak adanya tuhan, sedangkan ideologi kapitalis memisahkan agama dari kehidupan ini.

Umat Islam harus disadarkan dengan kondisi hari ini yang semakin mencekam jiwa dengan mengajak untuk menerapkan Islam secara kaaffah. Memberikan kesadaran politis untuk senantiasa diberikan pola pikir yang cemerlang agar terbentuk pemahaman yang shahih. Selama ideologi batil diberlakukan maka kehidupan kaum muslim tidak akan tenang.

Menggapai ketenangan dan keamanan hakiki hanya didapat di sistem yang menyejahterakan manusia dan alam semesta yang bersumber kepada Al Qur'an dan As Sunnah. Hidup berkah dengan syariah.

*) Penulis adalah Komunitas Peduli Umat

Baca Juga