oleh

Uchok; Bagi Bagi Duit Di Masa Kampanye Itu Tidak Boleh, Apapun Alasannya

RadarKotaNews – Adanya kegiatan bagi-bagi duit yang diduga dilakukan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, usai menghadiri kegiatan kampanye pasangan petahana Ahok-Djarot di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/3), dianggap menciderai proses Pilgub DKI Jakarta.

Demikian disampaikan pengamat politik dan anggaran Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Jumat malam, (31/3).

“Bagi-bagi duit di masa kampanye itu tidak boleh, apapun alasannya,” kata Uchok.

Menurut Uchok, yang dilakukan Djan Faridz tak pantas ditiru. Dia pun menganggap Djan tidak pantas menjadi pemimpin PPP dengan apa yang dilakukannya itu.

“Kelakuan Djan Faridz tidak bisa jadi suri tauladan bagi Publik. Tidak pantas jadi pemimpin PPP,” tegas Uchok.

Maka dari itu, dirinya meminta penyelenggara Pilgub DKI mengusut tutas kasus tersebut.

“Harus diusut tuntas,” kata Uchok.

Diberitakan sebelumnya, Djan dilaporkan ke Bawaslu DKI terkait adanya kegiatan bagi-bagi uang yang dilakukannya usai menghadiri kampanye Ahok-Djarot di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/3).

Adalah relawan pemantau dan pengawas pemungutan suara, Kebangkitan Jawara dan Pengacara (BangJapar), yang melaporkannya.

“Latar belakang kami melaporkan saudara Djan Faridz, pertama memang ini sudah tidak terbantahkan lagi, sudah viral lagi di media elektronik dan media massa. Djan Faridz, Ketua Umum PPP tapi dengan kapasitas elite partai paham demokrasi beliau yang menodai sendiri dengan cara-cara membagikan uang,” kata Tim Advokasi BangJapar, M Taufiqurrahman kepada wartawan, Jumat (31/3).

Djan sendiri menilai aksinya tidak ada masalah. Sebab pembagian uang tersebut tidak terkait politik. Alasannya, penerima uang adalah anak yatim yang tidak punya hak pilih. (Anwar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed