oleh

UBER Kendaraan Sewa Pribadi Pendongkrak Ekonomi Kerakyatan

Radarkotanews.com – Ketua Umum Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama Hariyanto menyampaikan, keberadaan koperasinya yang merupakan Mitra Kerja Uber Technologies sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Anak bangsa bisa ikut serta berkreatifitas mengimplementasikan semangat dari Trisakti Kemerdekaan, yaitu berdikari dalam bidang ekonomi, oleh karenanya mereka telah ikut menumbuhkan ekonomi kreatif dalam bidang usaha jasa penyewaan kendaraan pribadi.

“UBER sebagai perusahaan yang menciptakan aplikasi bergerak yang menghubungkan kebutuhan transportasi pribadi penumpang bukan transportasi umum, karena hanya orang yang memenuhi syarat khusus saja yang bisa menggunakan layanan ini, dengan kendaraan dan Driver pribadi yang dimiliki oleh anggota Koperasi Jasa Trans UB” Jelas Hariyanto saat konfrensi pers di kawasan Casablangka, Jakarta, (20/6).

Hariyanto menjelaskan, tujuan UBER di Indonesia untuk memberdayakan dan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi pemilik mobil pribadi agar mendapat tambahan penghasilan yang sampai saat ini belum ada peraturan yang jelas atas penggunaan layanan sewa kendaraan pribadi melalui aplikasi.

“Untuk menjadi Driver Uber tidak sembarangan, kami harus menjalani training dan performance yang ketat dan selalu di evaluasi setiap saat, dan Driver serta penumpang pribadi sudah di cover oleh asuransi jiwa atau kecelakaan, ini menunjukkan layanan UBER bukan kategori Taksi tetapi Sewa Kendaraan Pribadi” Paparnya.

Keberadaan Koperasi Jasa Trans UB menurut Hariyanto, telah ikut mendukung program baik Pemerintah Pusat dengan Nawa Cita nya dan Pemerintah DKI Jakarta khususnya program mengurangi kemacetan dan pengurangan jumlah pengangguran di DKI Jakarta.

“Data BPS DKI Jakarta menunjukan tingkat pengangguran di Jakarta bulan Februari 2015 sebesar 8,36 persen, ini menunjukan mengalami penurunan jika dibandingkan pada Februari 2014 sebesar 9,84 persen, tapi harus diwaspadai terjadi peningkatan pengangguran karena sampai juni 2015 terjadi pelambatan ekonomi bahkan BI sudah merevisi target pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 5 %, apalagi kalau terjadi pemberhentian pengendara UBER akan tambah meningkat jumlah penganguran” jelasnya.

Oleh karenanya Hariyanto melalui Koperasi Jasa Trans UB sangat intens untuk turut serta dalam menumbuhkan wirausaha baru melalui Koperasi dengan cara memberdayakan pengemudi untuk menjadi pemilik usaha rental kendaraan pribadi, yang tentunya sesuai dengan aturan yang ada dan jelas kesesuaiannya, makanya pihaknya sangat kecewa dengan adanya sweeping oleh organda.

“Sweeping yang dilakukan oleh Direskrimsus dengan Organda DKI Jakarta dan Dishub DKI Jakarta, kami merasa prihatin karena dilakukan dengan cara yang kurang berwibawa dan telah mengintimidasi secara psikis kepada supir UBER, padahal nyata-nyata UBER telah ikut bangkitkan ekonomi kreatif dan kurangi pengangguran” tuturnya.

Hariyanto sangat mendukung upaya Pemerintah untuk segera membuat aturan perundangan yang jelas mengenai penggunaan layanan aplikasi bagi pemilik rental kendaraan pribadi.

Ia menjelaskan, bahwa layanan UBER bukan masuk dalam kategori angkutan umum ataupun taksi yang selama ini diperdebatkan, dan belum pernah juga masuk dalam uji di pengadilan atau mahkamah konstitusi, jika ada unsur melanggar undang-undang yang ada sehubungan dengan pengguna atau penumpang yang telah mendownload aplikasi atau layanan tersebut.

“Kami berharap ada peraturan dari pemerintah untuk memperjelas usaha kreatif kami, Jika sudah ada aturan yang jelas dari pemerintah maka akan ada harmonisasi dari setiap pemangku kepentingan yang terlibat baik Pemerintah, Organda, Koperasi, Masyarakat serta unsur lainnya untuk terus berperan dalam pembangunan manusia Indonesia yang lebih bermartabat dan berdaya guna” pungkasnya.(at)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed