oleh

Tuntut Pilkada Bersih, Mahasiswa Geruduk Kantor Bawaslu Sulut

Radarkotanews.com – Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa Untuk Pilkada Bersih (AMPIBI) Sulawesi Utara melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Sulawesi utara.

Massa yang berunjuk rasa dengan membawa spanduk “Torang Nimau Pemimpin Korupsi” mereka menuntut agar pelaksanaan pemilu kepala daerah provinsi Sulawesi Utara dan di Kota Manado diselenggarakan dengan proses jujur, bersih dan akuntable berdasarkan PERPU yang berlaku.

Kordinator Aksi Maskur Melihe saat melakukan orasi menuntut Bawaslu Provinsi Sulut Untuk menolak gugatan Cagub-Cawagub Pasangan E2L-DB (Elly E. Lasut – David Bobihoe) dikarenakan pasangan tersebut khususnya Elly Lasut karena secara hukum masih berstatus bebas bersyarat.

“Kami mendukung putusan KPU Prov. Sulut untuk menggugurkan pasangan cagub-cawagub E2L-DB dan meminta Bawaslu agar Menolak Gugatan saudara Elly Lasut sebagai calon gubernur karena dia masih berstatus sebagai Narapidana, kami tak mau pemimpin yang pernah mencuri uang rakyat” pungkas nya.

Dia juga menambahkan bahwa bukan hanya pasangan Elly-David yang tidak diloloskan dalam pelaksanaan pilkada nanti, tetapi pasangan calon walikota-wakil walikota nomor urut 2 Jimmy rimba rogi – boby daud.

“Bawaslu juga perlu mengusut pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum dalam lembaga KPU Kota Manado yang meloloskan pasangan Imba-Boby dalam pilkada nanti, Imba juga masih merupakan narapidana karena kasus korupsi saat dia menjabat sebagai walikota Manado kemarin. Kami tak sudi bila Panglima (sapaan akrab jimmy rimba rogi) memimpin kota kami, kami mau pemimpin jujur dan bersih dari kasus korupsi” tambahnya.

Salah satu mahasiswa yang turut hadir dalam aksi tersebut juga mengatakan bahwa KPU RI dan KPU Sulut agar menjalankan fungsi supervisi kepada KPU Kota Manado terkait pelanggaran pilkada
“saya meminta KPU RI dan KPU Sulut agar melaksanakan fungsi supervisi kepada KPU Manado bila nanti nya ditemukan pelanggaran segera mengambil alih proses penyelengaraan pilkada di kota Manado, kami mau pilkada di provinsi dan di kota kami dilaksanakan tanpa adanya mainan-mainan gelap dari para calon yang merusak tatanan demokrasi yang telah berjalan selama ini,” katanya.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan aman dan ditutup dengan membagikan tuntutan kepada orang-orang yang melewati halaman kantor Bawaslu Sulut baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan.”(rs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed