oleh

Tumpahan Minyak Di Teluk Balikpapan, Bukan Hal Baru Itu Kelalaian Pemerintah 

Oleh: Andi Fajar Asti

RKNews – Peristiwa tumpahan minyak di teluk Balikpapan menimbulkan kerusakan yang sangat luas. Sehingga saya berkesimpulan bahwa insiden ini merupakan bencana nasional. Dengan demikian, harus ditangani secara serius oleh pemerintah pusat. Pemerintah jangan main-main menerapkan UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sebenarnya saya sangat menyesalkan atas kelalaian pemerintah dan kepolisian atas keluhan masyarakat, karena ternyata tumpahan minyak yang menyebabkan kerusakan terhadap ekosistem laut sudah berlangsung lama.

Dari data yang diperoleh dari keluhan masyarakat yang sering menyeberangi sungai adalah bahwa pencemaran ini sudah berlangsung lama. Nanti pemerintah dan kepolisian turun tangan saat terjadi peristiwa kebakaran yang merenggut jiwa.

Nah ini kan bukti bahwa pemerintah dan kepolisian absen jika menyangkut isu-isu lingkungan. Mestinya pemerintah dan kepolisian dari dulu serius bekerja menjaga perairan dan kawasan lalu lintas perkapalan yang tiap hari dilewati ratusan kapal tanker.

Dari peristiwa teluk balikpapan ini saya meyakini bahwa sumber tumpahan minyak adalah berasal dari aktivitas industri skala besar. Tentu pelakunya adalah dari perusahaan besar juga. Apakah berasal dari perusahaan pertamina atau perusahaan swasta, yang pasti jika dilihat dari volume minyak yang masuk ke laut bisa dipastikan bahwa dilakukan oleh perusahaan besar.

Dan oleh karena itu, saya sangat kecewa atas kerja pemerintah maupun kepolisian jika tidak serius melakukan tindakan hukum terhadap pelaku ini baik pidana maupun perdata.

Pemerintah dan kepolisian tidak boleh melindungi perusahaan yang terbukti melakukan kelalaian hingga menimbulkan ancaman jiwa dan hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat bagi ribuan masyarakat sekitar dan juga kerugian atas kerusakan alam yang begitu besar.

Pemerintah dan kepolisian harus transparan ke publik atas insiden ini. Jika terbukti ada unsur kesengajaan atau kelalaian atas masuknya zat pencemar ke ekosisten laut, maka harus di tuntaskan sampai keakar-akarnya termasuk siapa-siapa oknum yang terlibat memberikan backingan.

Saya menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh pemerintah dan kepolisian. Semoga melalui kasus ini bukan sekadar pemanis bahwa kepolisian dan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sudah bekerja.

Penulis adalah Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Bidang Lingkungan Hidup

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed