oleh

Tolak PPDB DKI Jalur zonasi, Forum Relawan PPDB DKI Sambangi Kemendikbud

RadarKotaNews, Jakarta – Ratusan massa mengatasnamakan diri dari
Forum Relawan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI 2020, berunjuk rasa di depan kantor Kemendikbud RI Jalan Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2020).

Mereka meminta Mendikbud RI untuk membatalkan proses PPDB DKI Jakarta yang melanggar Permendikbud No 44 Tahun 2019 dan menuntut dilaksanakannya Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB ulang tahap 2 dengan menggunakan parameter zonasi atau jarak, nilai rata-rata sidanira dan akreditasi sekolah dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pimpinan aksi Anita Indra Hapsari S, mengatakan, kami Forum Relawan PPDB DKI 2020 yang merupakan gabungan dari seluruh orang tua murid yang peduli pada terpenuhinya hak pendidikan untuk semua lapisan usia pada anak dan untuk memastikan berlakunya sistem PPDB yang memberikan keadilan untuk semua anak Indonesia khusunya yang berada di Provinsi DKI Jakarta.

“Kami dari orang tua murid yang berkeberatan dengan pemberlakuan seleksi peserta didik baru berdasarkan usia disemua jalur seleksi terutama pada seleksi jalur zonasi yang tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021 dimana Keputusan tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2019,” tegas Anita.

Ia mengatakan, dalam petunjuk teknis (Juknis) penerimaan peserta didik baru tahun 2020/2021 usia merupakan parameter utama dalam hampir semua jalur seleksi terutama jalur zonasi.

Menurut Anita, seleksi berdasarkan usia memberikan ketidakadilan, diskriminatif untuk siswa/i berusia lebih muda karena peluang untuk diterima menjadi siswa/i di sekolah negeri lebih kecil dibandingkan dengan siswa/i lain yang berumur lebih tua.

“Anak-anak kami yang berusia lebih muda sulit bersaing dengan siswa/i yang berasal dari angkatan sebelumnya jika seleksinya berdasarkan usia,” tegasnya

Sementara, alasan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengutamakan peserta didik yang lebih tua dalam seleksi penerimaan siswa/i baru untuk memberikan kesempatan lebih kepada siswa/i yang kurang mampu secara ekonomi dinilai tidak tepat karena faktor usia tidak bisa dijadikan parameter untuk menilai seorang siswa/i kurang mampu secara ekonomi.

Untuk itu kami dari Forum Relawan PPDB DKI 2020 berunjukrasa di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan harapan agar pemerintah khususnya bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengevaluasi dan meninjau ulang hasil pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI tahun 2020 dikarenakan (PPDB) DKI tahun 2020 dianggap telah bertentangan dengan Permendikbud No 44 tahun 2019 pasal 2 yang berbunyi ” Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) harus bersifat non diskriminatif, objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan”.

“Penerimaan Peserta Didik Baru DKI tahun 2020 telah bersifat diskriminatif dengan melakukan pelanggaran terhadap hak anak yang berusia lebih muda untuk mendapatkan pendidikan terutama dalam hal penerimaan peserta didik baru,” tukasnya

Oleh karena itu, Forum Relawan PPDB DKI 2020 menuntut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sbb:

1. Meminta Mendikbud RI untuk membatalkan proses PPDB DKI Jakarta yang melanggar Permendikbud No 44 Tahun 2019 dan menuntut dilaksanakannya Penerimaan Peserta Didik Baru/PPDB ulang/ tahap 2 dengan menggunakan parameter zonasi/jarak, nilai rata-rata Sidanira dan akreditasi sekolah dalam seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru/PPDB.

2. Pemerintah Pusat dan daerah memberikan perhatian khusus dan solusi terbaik untuk anak didik yang tidak lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru/PPDB tahun 2020.

“Besar harapan kami kiranya bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempertimbangkan dan menerima tuntutan kami demi terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat DKI Jakarta.” pungkasnya. (adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed