Tim Perindagkop Gerak Cepat, Hentikan Aktifitas SPBU Kompak Wainib yang Beraktivitas Tanpa Kantongi Izin

Aktivitas Jual-Beli BBM Jenis Pertamax di Lokasi SPBU Kompak milik CV. Sumayyah Nur Meccah di Desa Wainib Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula, Maluku Utara

RadarKotaNews, Malut - Akhirnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU Kompak di Desa Wainib-Kec. Sulabesi Selatan, Provinsi Maluku Utara milik CV. Sumayyah Nur Meccah dihentikan aktifitasnya.

Pemilik SPBU Kompak yang awalnya nekad melakukan jual-beli di lokasi tersebut dengan dalih sebagai pengecer BBM jenis Pertamax seharga 9.500/Liter akhirnya dipaksa menghentikan aktifitasnya ketika Tim dari Dinas Perindagkop & UKM Pemda Sula melakukan sidak pada 23/11/2021, kemudian selanjutnya Plt.Kadis Perindagkop&UKM Pemda Kepulauan Sula (Kepsul) Ibu Jena Tidore, bersama Assisten II, serta Camat Sulabesi Selatan turun langsung ke lokasi pada 25/11/2201.

Dihentikannya aktifitas SPBU Kompak milik CV. Sumayyah Nur Meccah disinyalir berdasarkan rekomendasi No. 048/17/V/2020 tertanggal 13 Mei Tahun 2020 yang dibatalkan oleh Pemda Kepsul melalui surat pembatalan Rekomendasi No. 048/109/KS/VI/2020 tanggal 29 Juni 2020.

SPBU Kompak di Wainib yang sempat dihentikan aktifitasnya, pada saat pembangunan pada 30 Juli 2020

Menurut Ibu Jena ketika berhasil dikonfirmasi media ini, mengatakan. ”Setelah Saya mendapatkan Informasi tentang penjualan yang dilakukan SPBU Kompak di Wainib, maka Saya dan beberapa Staf, Assisten II dan Pak Camat langsung turun ke Lokasi untuk melakukan Crosscek langsung ke lokasi, dan hasilnya Kami sudah menghentikan aktifitas penjualannya", ungkap Ibu Jena.

Sebelumnya Plt. Sekda Kab. Kepsul Muhlis Soamole juga telah melayangkan surat Pemberitahuan kepada Owner CV. Sumayyah Nur Meccah untuk menghentikan aktifitas penjualan BBM karena tidak mengantongi Izin Operasi penjualan.
Surat tersebut tertanggal 24/11/2021 dengan nomor surat 009/620/SETDA-KS/XI/2021.

Walaupun sebelumnya Rahmat pemilik SPBU tersebut, yang merupakan Direktur CV. Sumayyah Nur Meccah berdalih dirinya hanya mengecer BBM dan tidak menggunakan label SPBU Kompak, namun demikian aktifitas tersebut terpaksa dihentikan karena lokasi yang digunakan sementara belum direkomendasikan untuk melakukan jual-beli BBM. (RL)

Penulis:

Baca Juga