oleh

Tidak Benar, Ari Rebut Kemudi Mobil Tahanan

RadarKotaNews – Pemberitaan yang menyebut tahanan kasus pemalsuan sertifikat, Raden Ari Wicaksono melumpuhkan pengawal dari kejaksaan dan mengambil alih kemudi mobil tahanan tidak benar adanya.

Hal itu dikemukakan kuasa hukum terdakwa, Verius S Munthe, kepada wartawan, di Jakarta, Senin malam (3/7).

“Jadi kami ingin meluruskan, tidak benar klien kami mengambil paksa mobil tahanan. Klien kami mengambil alih kendali mobil karena mobil ditinggalkan petugas dalam kondisi mesin masih menyala, dan posisi klien kami duduk di samping kemudi bukan di dalam penjara yang ada di mobil,” kata Verius.

Dijelaskan Verius, kejadian tersebut bermula ketika kliennya dijemput dua orang petugas kejaksaan dari Rumah Sakit (RS) Polri, untuk menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok.

Ari tidak ditempatkan dalam tahanan mobil, namun didudukan di samping pengemudi. Bahkan, lanjutnya, Ari dinaikan ke dalam mobil tahanan tanpa diborgol.

“Petugas kejaksaan yang jemput cuma dua orang bukan empat orang seperti yang diberitakan. Kami juga aneh klien kami kok duduk disamping kemudi, malah petugas satunya yang berada dibelakang kayak ruang kerangkeng. Kami juga heran kenapa begitu,” kata Verius.

Kemudian lanjut Verius, dalam perjalanan petugas kejaksaan itu berhenti untuk membeli minum. Sementara, Ari ditinggal disamping kemudi sedangkan petugas lainya tetap berada di belakang di ruang kerangkeng dan kondisi mobil menyala.

Kondisi ini, kata Verius, membuat Ari mengambil kesempatan untuk membawa kabur mobil hingga akhirnya menabrak kendaraan lainnya.

“Jadi tidak benar klien kami melumpuhkan empat petugas di dalam mobil terus merebut kendali mobil. Justru ini terjadi karena kelalaian petugas sendiri,” kata Verius.

Verius sendiri menyayangkan aksi membawa kabur yang mobil tahanan yang dilakukan kliennya, namun dia juga mempertanyakan prosedur pengamanan yang dilakukan petugas kejaksaan tersebut.

“Mengapa klien kami tidak diborgol saat dijemput di rumah sakit, mengapa didudukan di posisi samping kemudi tidak didalam kerangkeng mobil, kemudian kenapa tinggalkan mobil dalam kondisi menyala. Saya sendiri menyayangkan apa yang dilakukan Ari, tapi ini semua semestinya tidak terjadi bila petugas Kejaksaan melaksanakan tugas sesuai aturan,” ujar Verius.

“Apapun alasannya, memang tindakan klien kami tidak dibenarkan. Namun pihak kejaksaan juga tidak bisa ceroboh dalam menjalankan tugasnya.”

Sebelumnya ramai diberitakan, Raden Ari Wicaksono, terdakwa kasus pemalsuan sertifikat itu melumpuhkan pengawal dari kejaksaan dan berhasil mengambil alih kemudi.

Kejadian itu bermula saat terdakwa, pengawal serta pengemudi mobil kejaksaan hendak menuju kantor Kejari Depok, Jawa Barat.

Hingga kemudian, laju mobil bernopol B 7063 UO terhenti setelah menabrak sejumlah kendaraan.[ful]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed