Terkait Korupsi Berjamaah, MAKAR Geruduk di PT. Telkom

RadarKotaNews, Jakarta - Eks Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro dan Direksi PT. Telkom Indonesia Edi Witjara tersangka kasus korupsi atas Proposal Sinergi New Sales Broadband. Hal itu menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp. 300 Millyar, dan berimbas kepada masyarakat.

Terkait persoalan korupsi tersebut Mahasiswa Karya (MAKAR) sambangi kantor telkomsel pusat pada hari Jum'at (4/6/2021), mereka menuntut pihak aparat terkait untuk segera menetapkan Setyanto Hantoro dan Edi Witjara sebagai tersangka kasus korupsi.

Menurut koordinator aksi Nabila Naufal kasus korupsi di Indonesia tidak bisa di biarkan karena itu akan menyebabkan semakin terpuruknya Negara Indonesia.

"Kasus Korupsi Seperti ini di Negara kita bukan terjadi sekali dua kali, maka dari itu kita harus berjuang bersama membasmi para oknum koruptor terutama ditubuh birokrasi pemerintahan," ujar Nabila saat diwawancarai.

"Bukan hanya saya yang ingin pelaku koruptor segera dibasmi tetapi semua masyarakat Indonesia pun mau," lanjutnya.

Oleh karena itu, Kami dari Mahasiswa Karya (MAKAR) meminta kepada pihak KPK dan pihak Kepolisian agar segera menetapkan Setyanto Hantoro dan Edi Witjara masing masing sebagai Dirut Telkomsel dan Direksi PT. Telkom Indonesia sebagai tersangka

"Kasus tindak pidana korupsi tidak bisa diberikan toleransi sebagaimana diatur dalam UU no.20 tentang tindak Pidana Korupsi," tegasnya

Namun kata dia, alangkah lebih bagus lagi Mahasiswa Karya mendesak Erick Tohir segera periksa untuk kemudian pecat para oknum pejabat korup yang ada di tubuh BUMN itu sendiri.

Adapun tuntutan yang di usung Mahasiswa Univ. Nahdlatul Ulama (UNU) tersebut:

Pertama, Meminta kepada KPK Dan Polda Metro Jaya untuk segera menetapkan Setyanto Hantoro dan Edi Witjara sebagai Tersangka Atas Kasus Dugaan Korupsi pengajuan proposal sinergi new sales broadband telkomsel dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 300 Milliar

Kedua, Meminta kepada erick tohir untuk segera memecat Setyanto hantoro sebagai Direktur Utama PT.Telkomsel dan Edi Witjara sebagai Direktur Interprise dan Business Center.Karena diduga kuat melakukan tindak Pidana Korupsi dan mengakibatkan kerugian negara sebesar 300 Milliar

Ketiga, Mendesak Kepada Saudara Setyanto Hantoro dan Edi Witjara untuk segera Bertanggung jawab atas Kerugian Negara yang diakibatkan PT. Telkom Indonesia sesuai dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana Korupsi.

Terakhir Nabila menegaskan, bahwa Mahasiswa Karya akan kembali melakukan aksi apa bila tuntutan tersebut tidak di indahkan.

"Kita tidak akan henti-hentinya untuk menyuarakan kebenaran demi kesejahteraan Republik Indonesia yang telah di Nodai oleh para koruptor, bila tuntutan kita tidak di Indahkan maka kami akan turun kembali dengan eskalasi massa yang lebih banyak," tutupnya. (fy)

Penulis:

Baca Juga