Terkait Konflik Warga Kariu dan Ori

Oleh: Abdullah Kelrey

Koordinator Nusa Ina Connectin angkat bicara soal konflik yang terjadi di Pulau Haruku, Warga Desa Kariu dan Ori.

Sebelumnya Nusa Ina Connection turut prihatin atas kejadian tersebut dan mengetuk keras kelompok yang telah memanfaatkan warga dalam melakukan gerakan - gerakan mereka dan mengorbankan masyarakat dalam agenda terselubung mereka.

Dari hasil penelusuran dan analisis Nusa Ina Connection setelah mengumpulkan informasi dari lapangan, serta video dan beberapa tersebar yang berkaitan dengan konflik tersebut, kami ingin sampaikan Kronologis dan Analisis Nusa InaConnection :

KRONOLOGIS :

Sebelum konflik terjadi, salah satu warga dari Desa Kariu yang memiliki lahan di tapal batas antar desa, beliau di datangi oleh utusan dari Kecamatan dan utusan tersebut menyampaikan kepada basudara kita dari Desa Kariu bahwa tanah tersebut bukan milik bapak.

Setelah bahasa tersebut keluar dari utusan pejabat Kecamatan, lalu di sambut oleh saudara kita (warga) Desa Kariu bahwa, "kalau tanah itu bukan milik saya dan bapak ada bukti laporkan saja ke pengadilan" Ujar Warga Desa Kariu, sebagaimana informasi yang berhasil Nusa Ina Connection kumpulkan.

Namun tidak berselang lama, keduanya masih berdebat soal keabsahan tanah tersebut, dari informasi yang kami dapatkan, "ada sekelompok orang dari Desa Kairu yang lewat, langsung seolah - olah bantu pemilik tanah dan memukuli petugas dari Kecamatan.

Lebih parah lagi, dari informasi tersebut, tidak berselang waktu lama, warga Desa Kariu di serang oleh Warga Ori, Kabupaten Maluku Tengah dengan alasan bahwa, utusan tersebut di keroyokan dan parahnya kok sampai bisa bakar rumah dan konflik begitu cepat dan tersebar.

ANALISIS :

Dari informasi yang Nusa Ina Connection kumpulkan baik Kronologis, konflik, dan pasca konflik, dari peristiwa tersebut, kami menyampaikan beberapa poin sebagai berikut :

Pertama : Konflik tersebut bukan murni soal tanah, apalagi luas tanah tersebut tidak sampai 1 hektar.

Kedua : Konflik tersebut kami menduga kuat bahwa, ada kelompok yang sengaja ciptakan demi kepentingan kelompok mereka.

Ketiga : Video dan Foto yang tersebar seakan - anak pihak aparat keamanan yang di lapangan bukan menjadi penengah dan yang menjadi korban adalah masyarakat Ori, lebih dari situ isu yang dibangun adalah Isu Agama.

Keempat : Kelompok tersebut sejak awal tahun 2020, mereka telah berkumpul membuat skenario untuk kepentingan kelompok mereka di Maluku dan itu kepentingan politik praktis.

Kelima : Sejak tahun 2020 Nusa Ina Connection mengamati gerakan kelompok tersebut, ternyata sangat masif dan mereka hanya membangun dua Isu diantaranya Isu Agama dan Suku.

MASUKAN :

Berangkat dari persoalan diatas maka, kami dari Nusa Ina Connection mendorong Gubernur Maluku Bapak Murad Ismail segera mengambil langkah cepat dan memerintahkan penegak hukum untuk segera tangkap dan proses pelaku tersebut.

Nusa Ina Connection mendorong TNI - POLRI untuk segera mencari dan menangkap pelaku tersebut dan juga tangkap oknum kelompok pejabat dan mantan pejabat yang diduga kuat melakukan skenario tersebut.

Kami melihat ketika Bapak Gubernur Maluku dan TNI - POLRI terlambat melakukan penangkapan dan pengusutan lebih dalam maka, mereka memanfaatkan situasi ini untuk menyebar keburukan terkait kinerja pemerintah Maluku.

Lebih berbahaya lagi, masyarakat kecil yang menjadi korban atas kejadian dan kepentingan kelompok tersebut.

Terakhir kami ingin sampaikan kepada semua umat beragama atau warga Maluku agar tidak terprovokasi dan terus membantu aparat penegak hukum untuk sama - sama menjaga Kamtibmas di Maluku.

Demikian rilis ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasama semua pihak agar dapat memberikan sedikit solusi atas konflik tersebut.

*) Penulis adalah Koordinator Nusa Ina Connectin

Penulis:

Baca Juga