Tanpa Papan Informasi Proyek, DPRD Taliabu Diminta Tinjau Pekerjaan Ruas Jalan Nggele-Lede

Anwar La Unga, tokoh masyarakat Kec. Taliabu Barat Laut saat dilokasi pekerjaan ruas jalan Nggele-Lede

RadarKotaNews, Malut - Layaknya pekerjaan (proyek-red) ’siluman’, pekerjaan ruas jalan desa Nggele-Lede di Kec. Taliabu Barat Laut, Kab. Pulau Taliabu-Provinsi Maluku Utara, disorot banyak pihak karena tidak ada papan informasi pekerjaan.
Mereka juga meminta kepada DPRD kabupaten pulau Taliabu meninjau pekerjaan tersebut.

"Tidak ada papan informasi pekerjaan, jadi kami sebagai masyarakat juga bingung", ucap Anwar La Unga, tokoh masyarakat dikecamatan tersebut, Senin (23/1).

Sangat disayangkan jika pembangunan ruas jalan Nggele-Lede hanya Rabat Beton, kurang ideal untuk jalan umum (trans kabupaten), jalan rabat beton cocok untuk jalan didalam desa, jalan lorong, tadinya saya pikir rigid beton bukan rabat beton, lanjut Anwar.

Masih kata Anwar, idealnya untuk jalan trans kabupaten atau jalan lingkar Taliabu itu rigid beton, (mutu beton min K-300) dengan ketebalan 25cm atau 30cm dan diletakan pada dasar dengan tanah padat dan CBR 6%, atau lebih bagus lagi jika menggunakan mutu beton K 350, K 400 atau K 450 dengan ketebalan minimum 25 cm.

Mutu beton dengan tipe tersebut dapat menahan beban 30-40 ton untuk ketahanan lebih lama.

Secara teknis, rabat beton merupakan komposisi bahan campuran yang terdiri dari perbandingan campuran agregat semen, pasir, kerikil dan air, sedangkan rigid beton merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai agregat menerus dicampur, dihamparkan dan dipadatkan pada suhu tertentu.

Dirinya melihat pekerjaan tersebut dilakukan secara (maaf) asal-asalan, untuk itu Anwar meminta pihak Pemda dan DPRD Taliabu untuk meninjau langsung pekerjaan ruas jalan Nggele-Lede.

Pekerjaan jalan ruas Nggele-Lede ini sendiri merupakan jalan trans lingkar-taliabu yang sedari lama dijanjikan Bupati Aliong Mus, namun sampai hari ini belum juga tuntas.

Saat ini sudah mulai dikerjakan, namun dengan tidak adanya papan informasi dilokasi pekerjaan, patut diduga jika pekerjaan ini dilakukan secara asal-asalan.

”Saya melihat mulai dari perencanaan hingga pelaksana pekerjaan sepertinya kurang matang, sungguh sangat disayangkan, padahal menyangkut jalan lingkar trans Taliabu ini merupakan salah satu barometer dari keberhasilan Bupati Aliong Mus yang sudah menjabat dua periode sebagai Bupati Kabupaten Pulau Taliabu", tutup Anwar. (RL)

Penulis:

Baca Juga