Tanpa Khilafah Ummat Islam Terpecah Belah

Aktivis Muslimah, Milda, S. Pd (Ist)

Oleh : Milda, S.Pd

Kaum muslim dibeberapa belahan dunia sekarang tak henti-hentinya menjadi korban penindasan. Tidak adanya perisai yang mampu melindungi kaum muslim saat ini alasan utamanya.

Kaum muslim terus saja mengalami pembantaian secara brutal, diskriminasi, eksploitasi perempuan, dan masih banyak lagi kasus yang tak kalah memprihatinkan. Hak Asasi Manusia (HAM) yang katanya mampu memberikan hak-hak setiap manusia, namun pada faktanya hanya sebagai pemanis saja untuk menjulang pencitraan.

Nilai-nilai barat telah mencengkram dunia. Negara-negara muslim pun ikut andil dalam sistem barat. HAM telah menjadi tuhan mereka yang tidak mampu menyelamatkan muslim yang tertindas. Katakanlah Palestina yang tidak henti mendapat perlakukan keji dari para zionis Israel. Bahkan negara-negara muslim bungkam tak berdaya disaat pengharapan begitu besar akan pertolongan dari saudara sesama muslim, nyatanya tak ada satupun negara dengan mayoritas kaum muslim yang mampu mengatasi kedzoliman.

Nilai-nilai barat telah mengakar kuat dikehidupan masyarakat HAM telah menjadi tuhan mereka. Akibat buah dari penerapan sistem yang berasal dari kacamata manusia dengan diiringi hawa nafsu.

Maka dengan penerapan sistem bathil dan rusak seperti kapitalisme, sekulerisme, nasionalisme, demokrasi maupun neoimprialisme (penjajahan gaya baru). Dengan semua sistem ini Allah SWT sebagai pemilik kekuasaan alam semesta tidak akan ridho terhadap perbuatan manusia dengan sistem yang mereka buat.

Sejatinya keridhaan Allah SWT dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-aturan-Nya dengan penuh ketaatan.

Jika manusia menyadari kelemahan akan segala tindakan yang dilakukan termasuk kebijakan-kebijakan yang diterapkan dan mau menjadikan hukum-hukum Allah sebagai tolak ukur untuk mengatur kehidupan  manusia maka akan mampu menyelesaikan segala urusan manusia termasuk urusan negara.

Hilangnya imam atau khilafah menghilang pula rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan. Jaminan keamanan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan manusia yang mestinya negara bertanggungjawab penuh dalam memberikan rasa aman. Namun rasa aman sulit didapatkan didalam sistem kapitalis. Maka jalan satu satunya adalah membongkar segala konspirasi barat, makar-makar barat yang semua itu ingin menghancurkan ummat Islam.

Hilangnya ilmu  pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam disebabkan oleh begitu dominannya kebodohan dan buta huruf yang diakibatkan oleh kemiskinan dan kepribadian yang goyah. Semua itu hasil dari penjajahan lewat perang pemikiran yang menyasar pada generasi Islam. Barat tahu betul bagaimana memalingkan wajah-wajah para generasi muda dengan memberikan sajian-sajian yang membuat mereka lupa akan dengan syariat Islam. Pendidikan pun menjadi tak terarah secara sistemik dan melahirkan generasi berotak kapital namun miskin akhlak.

Kemiskinan juga tak kalah pelik. Masyarakat semestinya dapat menikmati hasil kekayaan sumber daya alam namun semua itu hanya mampu dinikmati oleh para penguasa maupun para pebisnis, masyarakat yang hanya mendapat secuil dari keserakahan kapitalis.

Hilangnya pencerahan dan pedoman yang benar yang disebabkan penghinaan. Para generasi telah dibutakan oleh tipudaya barat. Sehingga siapa saja yang mengajarkan Islam secara kaffah selalu dianggap radikal, teroris, berbagai framing negatif telah menyebarluas di kalangan muda-mudi yang terkena Islamophobia.

Tanpa khilafah kehormatan dan martabat manusia hilang. Sebab hidup dalam kungkungan sistem bathil memang meniscayakan segala tindakan sah-sah saja dilakukan tanpa melihat status sosial, termasuk segala bentuk kedzoliman seperti mengorbankan diri sendiri demi mendapatkan predikat gaul dan mendapatkan penghargaan dari manusia dengan mengikuti tren yang digandrungi oleh para generasi.

Hilangnya keimanan dan keihklasan manusia disebabkan penghianatan penempatan orang yang salah pada tempat yang salah. Katakanlah seperti hukum sekarang ini tumpul di atas tajam dibawah. Yakni berpihak hanya pada kaum elit seperti  melakukan tindak kriminal, korupsi yang membuat negara bangkrut narkoba, pelecehan dan kasus-kasus lainnya yg masuk dalam ranah hukum dan nyaris dilindungi dengan iming-iming materi. Sedang rakyat jelata melakukan tindak kriminal seperti mencuri saja dengan alasan ekonomi langsung disergap.

Selain itu hilangnya negeri-negeri tempat suci ummat muslim tidak hanya Palestina tapi juga di Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol) jutaan imigran kini tinggal di tenda-tenda pengungsian yang nyaris tidak terdengar oleh berita Internasional. Hilangnya kesatuan dan integritas yang diakibatkan terpecahnya negari-negari muslim menjadi 56 bagian. Dengan begitu melemahkan negeri-negeri muslim untuk membela kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Maka sudah saatnya kita kembali bersatu-padu dalam melawan arus peradaban barat yang telah banyak merusak tatanan kehidupan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kalian berpaling dari agamanya (murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia; mereka bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; karena Allah Maha Luas limpahan karunia-Nya, lagi Meliputi Pengetahuan-Nya”. (QS Al-Maidah 5: 54).

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagian sudah semestinya untuk saling tolong menolong.

Sehingga, untuk dapat menolong kaum muslimin maka perlu adanya sistem Islam yang tepat dalam memberantas segala bentuk penjajahan dari kolonial barat. Sistem Islam akan memberikan mengembalikan kehormatan, keadilan serta kebermanfaatan ummat karena sistem Islam berpegang teguh para Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hingga kehidupan akan senantiasa mendapat keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Wallahu Alam Bishowab.

*) Penulis adalah Aktivis Muslimah, pemerhati Ummat

Baca Juga