oleh

Surahman Kemhay: Gabalil Hai Sua Adalah Semangat Kaum Muda Sula

RadarKotaNews, Sanana – Sula terdiri dari dua pulau besar yakni Sulabesi dan Mangole, namun juga dikelilingi puluhan pulau kecil. Secara Administrasi wilayah, Sula terbagi atas 12 Kecamatan dan sekitar 80’an Desa.

Gabalil Hai Sua merupakan item menarik dari keseluruhan roundown acara Maksaira III Tahun 2019 yang perhelatannya bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-74, acara Gabalil Hai Sua sendiri secara harapiah adalah mengelilingi Tanah Sula. Namun memiliki filosofis yang menarik dimana ritual bernilai sakral ini menjadi tradisi turun-temurun dan merupakan kearifan lokal masyarakat Sula.

Kali ini Panitia Festivasl Maksaira III/2019 Dan Dinas Pariwisata Kab. Kepsul (Dis-Par) menetapkan rute Gabalil Hai Sua dengan mengelilingi Pulau Sulabesi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kepulauan Sula (PMII Cab. Kepsul) Surahman Kemhay mengatakan, “Saya mendukung apa yang menjadi langkah Pemda dalam hal ini Dis-Par, dalam Festifal Maksaira III Dan item Kegiatan Gabalil Hai Sua”, tuturnya di Sanana, Maluku Utara, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya item kegiatan Gabalil Hai Sua adalah satu bentuk giat yang merangsang kecintaan Kaum Muda Sula terhadap Kultur dan Budaya Sula.

“Ini sangat baik dan perlu harus terus dilestarikan, selain untuk mengenal sejarah Sula juga untuk membangun silaturahmi antar sesama atau Kita orang Sula mengenal dengan UMA DO SOA yang artinya dalam Islam adalah UKHUWAH ISLAMIYAH”, tutur Surahman.

Sementara itu Info yang Kami dapati dari Panitia dan Dis-Par bahwa mendekati hari Pelaksanaan Gabalil Hai Sua, sudah sekitar 40 group mendaftar, itu artinya sudah sekitar 400 orang dari berbagai unsur masyarakat di Sula akan mengelilingi Pulau Sulabesi.

Akan ada ratusan orang yang akan merefleksi kembali sejarah Sula, dimana Matapia Sua diajarkan hidup berkelompok, bergotong royong kemudian bahu-membahu dan bermusyawarah.

Ketua PMII Cab. Sula Surahman Kemhay juga sedikit menyentil wacana adanya pihak-pihak yang ingin menggagalkan kegiatan ini, “Gabalil Hai Sua adalah cerminan dan semangat Kaum Muda Sula, jadi sangat disayangkan jika ada anak Muda Sula yang kemudian ingin mengacaukan kegiatan ini, Patut dipertanyakan kecintannya terhadap Tanah Sula”, tutup Surahman Kemhay. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed