SPI Desak Kementan Revisi Permentan 67/2016 tentang Kelembagaan Petani

RadarKotaNews, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pertanian Jalan Harsono RM, Ragunan Jakarta Selatan, Senin (1/8)

Mereka menuntut di tegakkan UU 19/2013: Perlindungan dan Pemberdayaan Petani; Tegakkan Putusan MK Nemor 87/PUU-XI/2013; Revisi Permentan 67/2016 tentang Kelembagaan Petani; Menolak Omnibus law UU Cipta Kerja No.11 th 2020; Menjalankan harmonisasi UNDROP dengan peraturan dan kebijakan Pertanian di Indonesia

Meminta Kementan untuk mengevaluasi kebijakannya untuk memperjuangkan kepentingan petani.
Menurut Hafiz, kalau harga bawang hancur kementan tidak mau tau, akan tetapi, kalau harga-harga pada murah kementan tidak mau tau

Sementara, pemuda kami di jambi ditangkap, harga sawit tidak karu-karuan, oleh karena itu, tolong kami mana hak kami orang jambi, lindungi kami

"Saya akan menjelaskan konflik yang banyak di Riau diantaranya adanya permainan harga TBS, belom lagi penyerobotan lahan kami meminta agar Kementan merubah peraturan yang merugikan petani," tegas Hafiz

Terkait hal itu, kami meminta agar jalankan undang-undang dan turunkan harga pupuk.

"Kami dari seluruh pelosok negeri kami hanya ingin kedaulatan kami dipandang, hidup petani yang berjuang," pungkasnya. (adrian)

Penulis:

Baca Juga