Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Ananta Ajak Pemuda Katholik Lebih Berperan Membangun Bangsa

RadarKotaNews, Tangerang - Anggota MPR RI Ananta Wahana mengajak para Pemuda Katholik untuk lebih mendalami dan berperan dalam membangun bangsa.

Kata Ananta, banyak tokoh bangsa dari kalangan Katholik ikut andil dalam perjuangan membangun bangsa Indonesia saat awal kemerdekaan.

“Tercatat seperti WR Supratman pencetus lagu Indonesia Raya, dan Adisutjipto yang perannya begitu penting saat perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Ananta Wahana, saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan pelajar dan mahasiswa dari pemuda gereja di Gelam Jaya, Kuta Bumi, Pasar Kemis, Banten, Kemarin

Ananta juga mengingatkan pentingnya pemuda Katholik membentengi diri dari paham-paham luar yang tidak sejalan dengan ideologi bangsa yaitu Pancasila. Menurut Ananta, Pancasila adalah warisan luhur budaya bangsa yang kemudian digali oleh Bung Karno dan menjadi ideologi bangsa Indonesia.

“Inilah pentingnya mengenali lebih dalam lagi ideologi kita Pancasila. Agar apa, tadi itu. Untuk selalu waspada masuknya paham asing yang bisa menyasar berbagai kelompok potensial, termasuk pemuda Katholik,” katanya.

Dan, lanjut Ananta, Bung Karno sudah mewanti-wanti, “kalau jadi Hindu, jangan jadi Orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi Orang Arab. Kalau jadi Kristen, jangan jadi Orang Yahudi. Tetaplah jadi Orang Indonesia dengan Adat Budaya Nusantara yang kaya raya ini," katanya

Ditempat yang sama, wakil mellenial Abraham Garuda Laksono menyampaikan, bahwa jika ideologi Pancasila tergerus dari para pemuda, maka Indonesia akan hancur terpecah-pecah.

Abraham mencontohkan negara Yugoslavia yang kini tinggal kenangan lantaran terpecah-pecah.

Oleh karena itu, kata Abraham, jangan sampai nasib Indonesia mengikuti jejak Yugoslavia. Bisa hancur terpecah jika para pemuda tidak peduli lagi terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Indonesia harus tetap bersatu walau berbeda budaya, suku dan agama, juga terbelah oleh lautan,” ujarnya.

Untuk itu, Abraham mengajak para pemuda Indonesia dalam hal ini pemuda Katholik bisa lebih memahami dan mendalami lagi Pancasila.

“Jangan sampai melupakan Pancasila, dan tidak tahu apa itu Pancasila,” ucapnya.

Abraham juga menyebut, derasnya paham asing yang tidak sejalan dengan Pancasila masuk ke Indonesia, jika tidak ditangkal akan merubah cara hidup di masyarakat.

Sebenarnya, lanjut Abraham, sudah banyak disampaikan para pihak di negeri ini terkait kondisi masyarakat jika abai terhadap pengamalan Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Umpama, kata dia, musisi Iwan Fals dalam lagu “Bento” dalam liriknya, "persetan orang susah karena aku, yang penting asyik", menyindir para koruptor yang bersenang-senang di atas penderitaan rakyat.

“Bisa kita lihat juga dari kasus Indra Kenz misalnya. Bagaimana kita disodorkan dan diiming-iming keuntungan besar secara instan. Menjadi orang kaya dadakan, tanpa harus kerja keras banting tulang,” ungkapnya.

Atau dalam kasus lebih sederhananya, imbuh Abraham, seperti dalam kecelakaan mobil yang mengangkut ikan lele terguling di jalan.
“Bukan ditolongin, tapi lele nya pada diambilin. Kan itu namanya rakyat susah “menjarah” orang susah,” katanya.

Jadi, menurut anak muda yang pada usia 19 tahun sudah lulus kuliah di James Cook University Singapura itu, bahwa ketika ideologi Pancasila terkikis dari kehidupan berbangsa, maka masyarakat pun akan terombang-ambing lantaran tercerabut dari akar budaya bangsa.

“Sekali lagi. Inilah pentingnya agar para pemuda untuk mau tahu dan peduli terhadap Ideologi Pancasila. Kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (fy)

Penulis: