Sidang Perkara HRS yang Ke 18 di PN Jaktim, Ini Penjelasan Saksi

RadarKotaNews, Jakarta -Pemeriksaan saksi Perkara No. 222/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim terkait Kerumunan saat Maulid Nabi di Jalan Tebet Utara 28, Jakarta Selatan, pada 13 November 2020 dan kerumunan pernikahan putri Habib Rizieq serta Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat, pada 14 November 2020.

Menurut saksi KH Ahmad Sabri Lubis, saya sebagai ketua umum FPI yang bertugas melaksanakan tugas-tugas keorganisasian sesuai AD/ART dan Habib Rizieq adalah sebagai imam besar FPI.

"Kegiatan acara peringatan Maulid Nabi saya sebagai ketua umum tidak melaporkan kepada imam besar FPI karena Habib Rizieq posisinya baru tiba dari Arab," ujar Kh Sabri dalam sidang perkara Habib Riziq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jalan Dr. Sumarno, Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/5/2021)

Selain itu, saya juga melihat adanya pendirian tenda dan panggung sebagai acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad Nikah Putri Habib Rizieq Shihab.

Diungkapkan Kh Sabri bahwa FPI berdiri sejak 17 Agustus 1998 dan memiliki DPW dibeberapa wilayah Kota dan Kabupaten di Indonesia dan saya bertugas sebagai Ketua Umum berdasarkan SK yang ditandatangani oleh Imam besar sejak sekitar tahun 2015. Sejak 1998 s.d Munas FPI ke 3 sekitar tahun 2013 terdakwa HRS sebagai ketua umum dan setelahnya dinobatkan sebagai imam besar FPI selanjutnya saya menggantikannya sebagai Ketua Umum.

"Soal penjemputan Habib dibandara tidak ada sama sekali kepengurusan dan kepanitiaan acara penjemputan, tetapi itu adalah inisiatif sendiri dari para pengurus FPI tingkat DPP," jelas Kh Sabri.

Oleh karena itu, setiap acara maulid Nabi yang diselenggarakan oleh FPI dari kebiasaan yang ada selalu mendatangkan jumlah massa yang sangat besar biasanya mencapai 25 ribu orang namun setelah adanya pandemi Covid 19 memang kami berupaya untuk tidak terlalu banyak yang datang. (adrian)

Penulis:

Baca Juga