Serampangan Kelola Dana BOK Dokter dan Nakes Taliabu Mengeluh, DWG Diduga Jadi Biang Kerok

Ilustrasi Dana BOK Kab. Pulau Taliabu-Maluku Utara.

RadarKotaNews, Ternate - Tidak amanah kelola Dana Operasional Kesehatan atau BOK, Tenaga Kesehatan sampai dokter di Kab. Pulau Taliabu-Prov. Maluku Utara mengeluh.

Keadaan ini diduga kuat terpicu oleh ulah Oknum ASN Dinas Kesehatan (Dinkes) Pultab, berinisial DWG yang menjadi Operator Pengelola Dana BOK saat menjabat sebagai Kasubag Keuangan dan Perencanaan.

Infomasi yang dihimpun media ini, Sabtu (9/10), sejumlah Nakes pada sejumlah PKM di Pultab mengeluhkan Dana BOK yang tidak transparan, bukan hanya itu para dokter di Kabupaten tersebut juga menyampaikan hal yang sama, padahal jelas Juknis pada PMK 12/2021 bahwa dana BOK salah satunya diperuntukkan guna mendukung Operasional UKM.

”Tolong Fasilitasi Kami, disuruh Vaksin di Pelabuhan tapi meja kursi tidak ada,” tulis seorang dokter dalam akun pribadi medsosnya

Bukan hanya itu, prilaku Dinas Kesehatan yang mengabaikan Hak Masyarakat melalui dana BOK, serta intensif sejumlah Nakes juga pernah menjadi polemik saat Hearing dengan pihak DPRD Pultab.

Dalam Video Rapat Dengar Pendapat atau RDP yang berdurasi 2:47 Detik, terlihat anggota DPRD asal partai Gerindra memprotes Kadis Kesehatan Kurasia Marsaolly atas kinerja DWG.

”Terkait BOK... barang ini tau deng seng tau kong ini (Soal ini tau atau seng tau ini sudah), yang terakhir Ibu Dian, kenapa tar ajar dong laa dong biking (kenapa tidak ajar yang lain bikin), selalu Ibu Dian yang bikin, Ibu Dian bikin masalah di Taliabu”, protes Anggota Dewan tersebut yang disinyalir mengkritik kinerja DWG dalam mengelola Dana BOK.
Namun entah mengapa tudingan DPRD diabaikan, terbukti DWG malah mendapat Promosi jabatan sebagai Kepala Bidang.

Sejumlah permasalahan di Dinas Kesehatan mencuat, hal ini kemudian menjadikan masyarakat kabupaten tersebut merugi. Termasuk persoalan Vaksinasi yang sampai saat ini serapannya masih rendah.

”Vaksinasi itu kan digelar harus disertai dengan biaya Operasional, itu yang membuat Kami kesulitan,” kata salah satu Nakes di Pultab yang enggan namanya disebut.

Bau busuk sontak berhembus, berujung pada ’pengemplangan' Milyaran Dana BOK yang ada di Dinas Kesehatan Pultab.
Bahkan diduga Ratusan Juta Dana JAMPERSAL juga tidak ada realisasinya.

Pantauan media ini, salah satu dokter dengan inisial RP juga pernah mencuitkan pesan terbuka terkait bobroknya pelayanan kesehatan di Pultab, dokter ini menghimbau kepada semua dokter di Indonesia agar menolak tawaran kerja di Taliabu, hal ini ditenggarai karena minimnya perhatian dan penghargaan atas jasa-jasa mereka di Bidang Kesehatan.

Sampai berita ini diturunkan media ini masih mencoba menghubungi Kadis Kesehatan Kurasia Marsaolly dan Ketua Komisi I DPRD Pultab yang membidangi kesehatan, coba mengkonfirmasi keduanya terkait Pengelolaan Dana BOK yang diduga belum tepat sasaran. (RL)

Penulis:

Baca Juga