oleh

SEMMI dan PERISAI Desak Presiden Evaluasi Kinerja Menteri Perhubungan

RadarKotaNews, Jakarta – Sejumlah massa dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Pusat dan Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) DKI Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di Didepan Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan PT Garuda Indonesia, Senin (13/7/2020)

Mereka minta copot Dirjen Perhubungan udara Kemenhub RI, Direktur Utama Garuda Indonesia dan citilink. Karena kecolongan pilot pengguna narkoba yang membahayakan keselamatan penerbangan dan tidak menerapkan UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan.

Karena itu. Presiden Wajib Evaluasi kinerja Menteri Perhubungan RI.

Ia juga berharap Sanksi tegas maskapai Garuda indonesia, citilink dan sriwijaya karena diduga tidak menerapkan aturan penerbangan nasional dan internasional.

Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Pusat, M. Senanatha mengatakan pengungkapan kasus dua pilot garuda yang dicokok polisi karena mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa Garuda Indonesia.

Dua pilot dengan inisial DC dan DSK yang masing-masing berasal dari maskapai Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia, dibekuk Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. “Dua pilot Garuda bersama satu orang lainnya kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu,”

“Kami meminta kepada Garuda tidak memberikan toleransi kepada pegawainya yang terbukti menyalahgunakan obat terlarang dan harus segera memberikan sanksi,” tegas Sena.

Di tempat yang sama Ketua Umum Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) DKI Jakarta, Fikrie Firdauzi berharap Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) harus bertanggung jawab atas penangkapan tiga orang pilot, terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu, Kami meminta kepada kemenhub untuk penerbangan di Indonesia bebas dari penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. “Salah satunya bisa dilakukan dengan tes narkoba atau RUN (Rapid Urine Napza) secara random dilakukan di bandara di seluruh Indonesia”

“Kami juga meminta kepada pihak penerbangan untuk terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta melakukan tes narkoba kepada para personilnya. Selain itu, kami meminta jangan sampai ada yg melindungi personil penerbangan yang terlibat dengan narkoba.” tegas Fikrie. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed