oleh

RUU Omnibus Law Terus Terpantau Perkembangannya Oleh Investor Global

RadarKotaNews, Jakarta – Rancangan Undang-Undang atau RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang sedang dibahas di DPR. Dalam beberapa perbincangan di sebutkan bahwa, investor dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, dan Eropa sangat memantau perkembangan politik di Indonesia mengenai RUU ini.

Hal itu di soroti Chief Economist ASEAN di HSBC Joseph Incalcaterra dalam HSBC Economic Forum secara virtual pada Rabu (16/9/2020)

Menurut Joseph, mereka paham, Omnibus Law ini akan menjadi game changer, karena itu, para investor berharap akan ada perubahan dalam hal investasi nantinya lewat aturan baru ini.

Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengatakan bahwa Omnibus Law Cipta Kerja ini sudah mencapai tahap finalisasi. Progress-nya sudah 90 persen.

Di acara HSBC ini, Ketua Umum Partai Golkar mengatakan pembahasan Omnibus Law ini akan segera diselesaikan. Meski demikian, upaya ini adalah bagian dari persiapan Indonesia, karena ada 143 perusahaan dari negara lain yang berniat untuk melakukan relokasi investasi ke Tanah Air.

Lanjut, Joseph mengatakan bahwa memang terjadi perubahan tren investasi asing atau foreign direct investment (FDI) dalam beberapa tahun terakhir. “Jika dulu perginya ke Cina, maka sekarang telah beralih ke negara-negara ASEAN,” jelasnya

Menurut Ekonom HSBC bahwa Investor Global Pantau Perkembangan Omnibus Law RI adalah kue investasi asing di negara-negara ASEAN terus meningkat, terutama setelah krisis ekonomi global tahun 2008. Sebanyak 11 persen investasi asing global pergi ke enam negara utama dI ASEAN.

Sementara yang tertinggi di antara keenamnya adalah Singapura. Baru di bawahnya Indonesia bersaing dengan Vietnam. Setelah itu Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan menyebut bahwa, Indonesia kembali menegaskan pentingnya Omnibus Law Cipta Kerja, dan juga Omnibus Law Perpajakan. Salah satunya karena peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia masih kalah dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Karena itu, Perlu improvement lagi.

Selain ketua Kadin Rosan juga Ketua Satgas Omnibus Law, mengatakan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja masih terus dibahas di DPR sampai hari ini. “Saya berharap pembahasan bisa rampung akhir bulan ini. Sehingga bisa disahkan bulan Oktober,” harap dia. (fy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed