oleh

Ruhamaben Sesalkan Pola Kampanye Muhamad-Saras Bawa Sentimen Putera Daerah

RadarKoraNewa, Jakarta – Tingkat apatisme masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu, sebesar 44 persen, lalu bagaimana dengan Pilkada 2020 yang dilaksanakan dimasa pandemik. Lalu apa rahasia semua pasangan calon (paslon), bisa meyakinkan pemilih agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menjatuhkan pilihannya ?

Demikian pertanyaan itu disampaikan Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul, saat menjadi panelis, Rabu (14/10) diacara Pemaparan Visi Misi Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel 2020 di Hotel Aviary Bintaro, Kecamatan Pondok Aren.

Diantara tiga paslon yang hadir, tampak hanya pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati yang terlihat percaya diri menjawab pertanyaan panelis tersebut. Sementara dua pesaingnya yakni Siti Nur Azizah-Ruhamaben dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan terlihat menjawab normatif.

Calon Walikota Tangsel, Muhamad mengatakan, kondisi pandemik memang menjadi tantangan bagi semua paslon. Namun, Ia menjelaskan, untuk bisa meyakinkan masyarakat datang ke TPS dan menjatuhkan pilihan, Ia mendatangi warga terkhusus masyarakat pribumi Tangsel.

Dengan latar belakang putera daerah, Muhamad yakni bahwa, warga pribumi Tangsel terutama orang betawi bisa datang ke TPS memilihnya. “Memang pandemik jadi tantangan bagi kita semua, untuk bagaimana meyakinkan pemilih. Saat datang ke masyarakat, disini saya katakan bahwa, saya sebagai putera daerah Tangsel, saya mohon doa dan saya minta kepada pribumi Tangsel, karena saya baru pertama kali nyalon ini, ya untuk sekarang mah saya,” katanya

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel itu juga menjelaskan, fanatisme warga pribumi Tangsel di Pilkada 2020, tidak bisa dihindarkan. Bahkan Ia memastikan bahwa, 35 persen warga Betawi akan hadir ke TPS.

“Warga pribumi Tangsel ini memang fanatismenya tidak bisa dihindarkan. Jadi memang saya bisa pastikan bahwa, warga betawi 35 persen bisa hadir ke TPS dengan warga pribumi. Kemudian saya juga komunikasi dengan semua pihak, untuk bagaimana bisa mewujudkan kota Tangsel untuk semua,” jelasnya

Sementara itu, Calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 2, Ruhamaben menyayangkan kepada pasangan Muhamad-Saras yang mengkampanyekan putera daerah. Ia menegaskan, saat ini tidak ada pemisahan antara pribumi dan pendatang bagi warga Tangsel.

“Pilkada itu nomor dua, nomor satu, ya kebersamaan. Saya juga putera daerah, kalau dia (Muhamad) bicara putera daerah, saya juga putera daerah. Saya dari Ciputat. Jadi sekarang ini, kita tidak ada istilah dikotomi antara putera daerah dan bukan putera daerah yah,” tegas Ruhamaben, usai mengikuti acara pemaparan visi misi.

Ia menambahkan, dalam momentum Pilkada Tangsel tersebut, yang terpenting semua pasangan calon bisa membantu masyarakat Tangsel. “Jadi yang penting siapa pun calonnya saat ini, itu yang bisa bantu masyarakat Tangsel. Bangun masyarakat Tangsel,” tambahnya

Terpisah, Aminah (34) warga di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangsel saat ditanya wartawan terkait putera daerah, tampak menjawab sinis.

Ia menjelaskan, dirinya aneh dengan pasangan nomor urut 01 yang membawa tagline Tangsel Untuk Semua, namun dalam prakteknya selalu putera daerah yang muncul ke permukaan.

“Ko itu calon ngomongnya putera daerah aja ya, saya liat spanduknya Tangsel Untuk Semua. Tapi aku pas liat pemaparan visi misinya di Youtube, ko pak Muhamad lebih aktif ngomong pribumi Tangsel, menurut aku itu logika sesat dan jelas bertentangan dengan taglinenya,” ungkap perempuan kelahiran Pandeglang ini.

Informasi, pada Pilkada Tangsel 2020 ini, pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati nomor urut 01 dengan diusung 5 partai yakni, PDI Perjuangan, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura. Sementara pasangan Siti Nur Azizah-Ruhamaben nomor urut 02 diusung 3 partai yakni, PKS, Demokrat dan PKB dan pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan nomor urut 03 diusung 1 partai yakni, Partai Golkar.

Diketahui, dari tiga paslon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel tersebut semua mempunyai tagline masing-masing, seperti pasangan Muhamad-Saras mengusung tagline Tangsel Untuk Semua, pasangan Siti Nur Azizah-Ruhamaben mengusung tagline Permata, dan Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan mengusung tagline Tangsel Rumah dan Kota Kita Bersama. (HaMer)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed