oleh

Rizal Ramli: Jangan Salahkan Sistemnya, Salahkan Pengelolaan BPJS nya

RadarKotaNews, Jakarta – Negara-negara seperti jerman, denmark, swedia berikan jaminan sosial terbaik sampai saat ini. Ada social security system. Sementara, Singapura dan Malaysia juga punya. Sebab, Semua pengelolaanya dilakukan dengan benar. Lembaga keuangan yang urus social security system ini jadi lembaga keuangan terbesar di Singapura.

Demikian di sampaikan mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli (RR) saat menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “BPJS Bagi Rakyat Manfaat atau Mudharat ?, di gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Lanjut RR, singapura selain kesehatannya gratis juga dapat subsidi perumahan dan pendidikan. Jadi lihat sisi bagusnya di negara lain, bahwa di Indonesia kacau dan brengsek ya… yang kelola yang brengsek dan kacau, jangan salahkan sistemnya.

Menurut dia, di seluruh dunia selain kewajiban negara ada kontribusi dari para pekerja dan kontribusi juga dari perushaaan. Di singapura pekerja setor berapa kalau pekerjanya miskin gajinya di bawah UMR ya gak ikut tapi kalau upahnya sesuai UMP di singapura harus ikut sumbang dan perusahaan sumbang 10 kali lipat, tapi pengusaha di indonesia malah lobi dan raja lobinya Sofyan Wanandi waktu itu. “Makanya negara ini belain rakyat atau pengusaha.”

“BPJS Kesehatan kalau dianggap manfaat harusnya Indonesia contoh praktiknya di beberapa dunia baik pengelolaan, pembiayaan dan sebagainya,”beber RR.

Pasalnya, BPJS peserta datang ke RS dia disuruh nunggu, tidak tahun kapan dia ditangani. Padahal ini jamannya computerize semuanya bisa dicek kalau hari ini jam sekian peserta datang bisa ditangani jam sekian. Kalau sekarang kan mereka lakukan cara primitif, kelola manajemen seperti ini aja gak mampu.

“Saya harap BPJS harus lebih besar manfaatnya. Gabungkan BPJS Kesehatan dengan Ketenagakerjaan. Selain sinkron data statistik dan modalnya juga kuat karena pendapatannya yang satu (BPJS Ketenagakerjaan) kan lebih besar,”jelasnya.

Kemudian kata Rizal, kontribusi perusahaan harus dinaikkan 5-10 kali lipat. Kalau ekonominya lagi lesu ya diturunkan dan kalau lagi kuat ya dinaikkan, jadi sistemnya fluktuatif.

“Kita ini dikibuli pejabat yang doyan utang dengan bunga tinggi. Rakyat tidak mampu, miskin, gaji di bawah UMR harusnya gratis dan ditanggung negara. Yang sedang- sedang dan mampu bayar ya dia dibebankan,”katanya

Oleh karena itu, harus ada revolusi dalam kualitas service kepada pasien. RS dan BPJS masih primitif. “Ada ibu datang bawa kartu BPJS tapi disuruh bawa surat RT lah dan sebagainya kalau begitu apa guna kartu BPJS. Kan waktu dia daftar didata, tinggal dicek saja.”tegasnya.(Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed