oleh

Resuffle Kabinet Harus Berbasis Kebutuhan, Bukan Bagi Bagi Kekuasaan

RadarKotaNews – Issue ‘resuffle kabinet’ kembali menguat pada rezim Jokowi -JK. Rezim yang terlihat ngotot menggenjot Pembangunan ini terlihat ‘keletihan’ dan memerlukan spirit serta semangat baru, salah satunya dengan melakukan resuffle pada Kabinet kerjanya.

Demikian disampaikan Presedium Mabes Anti Korupsi (MAK), Rahman Latuconsina, di Jakarta, Sabtu (1/7).

Lebih lanjut Rahman menilai, rezim yang telah beberapa kali melakukan resuffle dan pembenahan pada Kabinet Kerjanya, namun publik melihat perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK lebih kepada keseimbangan Politik Kekuasaan, atau bisa dikatakan base on-Nya hanya bagi-bagi Kue Kekuasaan. Untuk itu banyak kalangan menilai perlunya perbaikan kabinet kerja yang berbasis kebutuhan bukan bagi-bagi Kekuasaan.

“Jokowi harus mampu menepis berbagai issue dan dugaan yang berkembang di ruang publik, bahwa resuffle kali ini merupakan langkah “cerdik” Pemerintah pasca kalah bertarung pada pilkada DKI Jakarta.”pesannya.

Di tegaskan Rahman, Jokowi harus mampu menepis issue tersebut dan bisa mendeskripsikan bahwa ini merupakan Kebutuhan Kabinet Kerja yang di Pimpinnya. Seperti Kita ketahui bersama walau terkait jabatan Para Menteri merupakan hak Prerogatif Presiden namun tidak sedikit polarisasi Kabinet menjadi issue hangat dan cenderung di Politisasi.

“Jadi sosok Presiden harus melakukan langkah cepat dan tepat jika memang terkait kebutuhan.”tukasnya.

Selain itu, Issue Resuffle yang tiba-tiba menghangat serta banyak di perbincangkan, menjadi hal yang menarik ditengah-tengah banyaknya Pendapat yang mengatakan bahwa “Rezim Jokowi-JK” seperti kelelahan menyingkapi dan menghadapi serangkaian permasalahan Bangsa.

“Kita lihat saja, resuffle kali ini karena kebutuhan atau hanya bagi-bagi Kekuasaan.”ujarnya.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed