oleh

Reshuffle Kabinet Harus Berdasarkan Kriteria Idiologis, Kualitas Dan Keberpihakan, Kepemimpinan, Dan Integritas

Radarkotanews – Wacana Reshuffle kabinet yang hari ini menguat di dalam kabinet kerja Jokowi-Jk harus lah berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan kemakmuran rakyat kedepan, saat ini pertumbuhan ekonomi sedang melambat dan daya beli masyarakat menurun drastis, harga kebutuhan pokok semakin tinggi, maka harus ada formula yang benar untuk memperbaiki itu semua, sehingga  kriteria Idiogis, kualitas dan keberpihakan, memiliki jiwa kepemimpinan, dan Integritas dapat menjadi landasan untuk pemerintah melakukan reshuffle.”Kata Lamen Hendra saputra (Ketum LMND). dalam rilisnya yang diterima wartawan Radarkotanews. Senin (18/5).

Sejauh ini Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Menilai bahwa menteri-menteri yang ada di dalam kabinet kerja Jokowi-JK belum meng-implementasikan Janji kampanye soal Trisakti yang di jabarkan melalui Program Nawacita sehingga Nawacita tersebut perlahan berubah berubah menjadi DukaCita untuk rakyat Indonesia. Secara idiologis kabinet kerja harus diisi oleh orang-orang yang memang memiliki track record dan konsisten dalam memperjuangkan cita-cita Trisakti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pasalnya di dalam Konsep Trisakti “Bung Karno” ada 3 Pokok Pikiran penting yang harus dilaksanakan untuk mencapai Indonesia yang Sejahtera, adil dan Makmur. Pokok pikiran yang pertama adalah berdaulat secara politik ; yaitu hari ini dapat kita artikan merdeka dari segala macam bentuk Intervensi negara-negara Imprialis dan lembaga-lembaga donor Internasional yang selalu berkeinginan mengeruk keuntungan dari republik yang kaya raya ini, (merdeka disini jangan diartikan sebagai anti dengan asing) tetapi harus kita pahami bersama bahwa harus ada kesetaraan dalam melakukan diplomasi, negosiasi ataupun dalam membuat perjanjian kerjasama disegala macam aspek kehidupan berbangsa (ekonomi, politik, sosial, budaya, dll), harus saling menguntungkan, sehingga dapat mengembalikan kejayaan di era Soekarno dimana Indonesia menjadi salah satu poros kekuatan dunia.

Kemudian yang kedua, Lanjut Lamen, adalah kemandirian dalam bidang ekonomi ; hari ini kita artikan sebagai kebijakan ekonomi yang tidak neoliberalis, dimana peran negara harus lebih dominan dibandingkan dengan swasta-asing terutama dalam menguasai sumber daya alam yang itu menguasai hajat hidup orang banyak, tidak menyerahkan harga bahan bakar minyak ke dalam mekanisme pasar, melakukan swasembada pangan sehingga dapat mengurangi ketergantungan import kebutuhan pokok dll.
Kemudian dalam hal kepribadian, jangan pernah melupakan penerapan nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang menjadi benteng dari kepribadian Republik Indonesia.”Pesannya.

Kriteria yang kedua adalah kualitas dan keberpihakan para menteri menjadi sorotan yang harus sama-sama kita kawal. Kami memandang bahwa ukuran seorang menteri itu berkualitas adalah mampu menerapkan Nawacita, seperti hal nya dengan dominasi tim ekonomi yang merupakan klik dari Wapres JK banyak sekali kebijakan yang dilahirkan malah semakin menjauhkan Pemerintah dari cita-cita Nawacita, dan sangat merugikan rakyat Indonesia karena  bukan hanya harga BBM yang di lepaskan ke dalam mekanisme pasar, tapi juga kenaikan tarif dasr listrik, tarif kereta ekonomi, dan meningkatnya Impor pangan dan kebutuhan pokok serta lemahnya posisi negara dihadapan Freeport, Newmont dan perusahaan asing lainnya dengan memberikan Izin eksport tanpa membangun smelter  yang jelas-jelas melanggar undang-undang minerba, dll.” Tegasnya.

Jadi kualitas seorang pemimpin itu tidak hanya dilihat dari seberapa tinggi pendidikan mereka, tapi juga soal keberpihakan dapat menjadi indikator penilaian apakah menteri itu berkualitas atau tidak, karena mengutip perkataan Widji Thukul “apa guna punya ilmu tinggi, kalau hanya untuk membodohi”. Ketiga, menteri yang memiliki dasar idiologi dan kualitas yang baik juga harus memiliki jiwa kemempinan yang kuat karena para menteri merupakan perpanjangan tangan dari presiden jadi harus mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat untuk kepentingan rakyat dan bertanggung jawab serta berani mengambil resiko sehingga program-program pemerintah yang telah disusun dalam nawacita dapat tereksekusi, karena bagaimana pun caranya kelompok neolib tidak akan tinggal diam, oleh karena itu kepemimpinan sangat menentukan. Kemudian reshuffle juga harus memilih menteri yang memiliki Integritas, harus memiliki track racord yang baik tidak pernah berurusan dengan hukum, apalagi tersangkut masalah korupsi.” Ujarnya.

“Jadi jangan sampai dorongan reshuffle ini hanya suara elit yang kental dengan KKN dan politik transaksional, yang hanya asal SIAPA SETOR BERAPA? Karena itu akan semakin memperburuk keadaan saja.”Tutup Lamen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed