Remaja Citayam dan Bojong Gede, Bagaimana Mereka Berinteraksi Satu Sama Lain?

Ilustrasi

Oleh: Rizka Puspita Cahyanto

Interaksi dan komunikasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Manusia sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang tidak bisa hidup sendiri.

Oleh karena itu dalam kehidupan pasti dibutuhkan interaksi dan komunikasi antara satu dengan lainnya. Secara umum, interaksi memungkinkan terjadinya sebuah hubungan yang kemudian diekspresikan melalui praktek komunikasi.

Belakangan ini viral di media sosial perkumpulan remaja dari Citayam dan Bojong Gede yang memadati kawasan Sudirman. Mereka disana bukan hanya sekedar nongkrong tapi juga membuat konten dan tak jarang menemukan tambatan hati. Kebanyakan dari mereka mengenakan outfit kekinian seperti kemeja flanel oversized, celana model 90-an, dan aksesoris pendukung lainnya. Pakaian yang mereka kenakan dengan berbagai mode street fashion tersebut kini dikenal dengan istilah ‘Citayam Fashion Week’. Hal ini ternyata menimbulkan beragam respon publik.

Salah satunya, komentar positif datang dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, “anak-anak Citayam ini yang penting engga nyampah, engga memberikan keonaran, tidak melakukan kegiatan negatif, mereka asik-asik saja” ucapnya.

Tak hanya itu, beragam komentar negatif juga muncul, karena banyaknya sampah plastik yang berserakan di sekitar Sudirman tersebut.

Karena viralnya Citayam Fashion Week di media sosial, kawasan SCBD yang merupakan singkatan dari ‘Sudirman Central Business District’ kini juga dikenal sebagai singkatan baru yaitu ‘Sudirman, Citayam, Bojong gede, Depok’

Lalu pertanyaannya. Bagaimana komunikasi yang mereka bentuk dalam berinteraksi sehingga banyak mengundang perhatian masyarakat ini? Terlebih lagi mereka berasal dari berbagai daerah berbeda, kebanyakan berasal dari Citayam dan Bojong Gede. Apa faktor yang memudahkan mereka dalam berkomunikasi?

Faktor pertama yang memudahkan remaja Citayam dan Bojong Gede untuk berinteraksi adalah faktor kebutuhan dasar. Faktor kebutuhan dasar disini dalam hal kasih sayang dan rasa memiliki. Penting bagi manusia untuk merasa dicintai, mencintai dan diterima oleh orang lain untuk menghindari berbagai masalah, seperti kesepian, depresi, dan kecemasan.

Seperti contohnya salah satu kisah cinta yang mendadak viral dari remaja Citayam dan Bojong Gede adalah Bonge dan Kurma. Ketika diwawancarai oleh seorang konten kreator, nampak mereka menjawab dengan jawaban lugu dan juga nyeleneh, membuat tawa semua yang menontonnya.

Selanjutnya, diperlukan komunikasi kelompok untuk saling berinteraksi satu sama lain. Komunikasi antara kelompok daerah Bojong Gede dengan daerah Citayam ini terjadi karena masing-masing dari mereka memiliki latar belakang yang sama, salah satunya yaitu memiliki selera fashion yang tidak berbeda jauh. Hal ini pula lah yang membuat mereka dikenal khalayak publik karena gaya pakaian mereka yang khas.

Gaya pakaian yang mereka gunakan selalu mengundang perhatian masyarakat dan kebanyakan yang digunakan adalah produk lokal. Selain itu mereka tampak pede dengan style yang mereka gunakan, sehingga terkesan menciptakan trend pakaian ala mereka sendiri tanpa mengikuti arah trend fashion yang berkembang saat ini seperti korean style atau trend lainnya. Bahkan ada salah seorang netizen yang berkomentar dalam akun media sosialnya bahwa, gaya fashion yang mereka kenakan sulit untuk ditiru. Dengan outfit kece tersebut, mereka berbondong-bondong memadati ruas jalan dan trotoar sampai mendapat julukan ‘Citayam Fashion Week’

Selain kesamaan selera fashion, ternyata perbedaan umur yang tidak terlalu jauh juga menjadi latar belakang mereka dalam mudahnya berkomunikasi. Rata-rata mereka berusia antara 15 hingga 20 tahun. Jadi bahasan topik dan cara mereka berkomunikasi pun tidak terlalu sulit.

Faktor lain yang memudahkan mereka dalam berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lainnya adalah kesamaan lingkungan. Para remaja tersebut kebanyakan dari mereka putus sekolah dan melanjutkan mencari uang dengan cara mengamen. Adapun hasil dari mengamen tersebut, mereka gunakan untuk membeli outfit yang mereka kenakan saat nongkrong di Sudirman. Niat mereka semata-mata untuk meringankan beban orang tuanya.

Keempat faktor diatas menunjukkan bahwa, dalam berinteraksi satu sama lain ada empat hal yang memudahkan mereka dalam berkomunikasi, yaitu faktor kebutuhan dasar, faktor kesamaan hobi dalam hal ini selera fashion, faktor usia, dan faktor lingkungan. Itulah alasan mengapa remaja Citayam dan Bojong Gede ini dapat berinteraksi dengan baik sampai membuat heboh media sosial.

*) Penulis adalah Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka

Baca Juga