oleh

Relokasi Kalijodo Hanya Manis Di Bibir Dan Pahit Dari Kenyataan

Jakarta, Radarkotanews.com – Rencana relokasi kalijodo dengan alasan kalijodo dijadikan fungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang akan dilaksanakan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta, belum memberikan solusi yang konkrit bagi masyarakat yang berdomisili di kalijodo.

Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai Penertiban yang dilakukan oleh gubernur DKI jakarta tidak melihat kaidah-kaidah Pancasila terutama Sila ke-5 “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

“Gubernur DKI lebih mengedepankan arogansi tanpa melihat musyawarah mufakat sebagai solusi dalam mengedepankan akal sehat.”tutur Hari di Jakarta, Jum’at (26/02/2016).

Sambung Hari, cara-cara arogan, otoriter dan tidak mendengarkan keluhan rakyat bawah memperlihatkan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama sebagai manusia yang tidak pernah mendapatkan pendidikan P4.

Menurutnya, solusi dan jalan keluar dari relokasi kalijodo hanya manis di bibir dan pahit dari kenyataan. Gubernur Basuki Tjahaya Purnama sendiri tidak berani turun ke lapangan langsung di kalijodo dan lebih senang disambangi kantornya dibalai kota, bebernya, ia bak raja yang minta dihormati tanpa mau mendengar keluh kesah dari perwakilan warga kalijodo.

Kalau cara-cara penertiban bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila, Hari menilai, maka Pancasila hanya menjadi pajangan bagi para pemimpin bangsa ini.”Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi simbol belaka karena kalah dengan pemilik modal.”tutupnya.(FK)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed