oleh

Ray : Siapapun Yang Melemahkan KPK Akan Menjadi Musuh Mahasiswa

Radarkotanews.com – Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dianggap oleh kalangan pengamat hukum sebuah pelemahan KPK, sehingga memberikan peluang koruptor semakin merajalela Direktur LIMA Indonesia Ray Rangkuti mengatakan bahwa mahasiswa selama dua tahun ini sudah melupakan sejara perjuangan bangsa yang diawali oleh gerakan mahasiswa.

Lanjut Ray, pada tahun 66 gerakan mahasiswa yang turun kejalanan tidak setuju dengan pencanangan program Sukarno yang dianggap tidak ada pembangunan. Kemudian tahun 98 mahasiswa turun kejalan menuju gedung DPR RI untuk mengumandangkan Suharto untuk turun singgah sananya.

“Saat ini Indonesia dipimpin Presiden yang penuh dengan pencitraan,” ucap Ray saat berorasi di Mimbar Bebas Mahasiswa yang bertajuk “TOLAK REVISI UU PELEMAHAN KPK”, di┬áhalaman parkir UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Djuanda, Kota Tangsel, (16/2/2016).

Menurut Ray, sikap Presiden antara yang ada di bibir dengan pelaksaan jauh berbeda. Kalau memang presiden menyatakan mendukung antikorupsi segera ambil keputusan untuk menolak Revisi UU KPK

Ray dalam orasinya juga mengajak mahasiswa untuk melakukan perubahan, UIN yang mempunyai andil dalam gerakan melengserkan Suharto tahun 1998 agar mengambil sikap menolak pelemahan KPK.

“Anda sebagai mahasiswa harus berani melawan dan memberikan teguran kepada Presiden agar tidak ikut bagian dari pelemahan KPK,” serunya.

Ray menambahkan, siapapun yang melemahkan KPK adalah musuh kami, bahkan Presiden apabila turut serta dalam pelemahan KPK, maka Presiden juga musuh mahasiswa.

“Kalau perlu sebarkan foto-foto anggota DPR yang turut melemahkan KPK biar jelas siapa musuh kita,” tuturnya.

Masih menurut Ray, perubahan harusnya dilakukan terlebih dahulu dari pihak kepolisian dan kejaksaan dengan adanya perubahan tersebut biar dapat mengungkap korupsi dan menangkap koruptornya.

“Tapi kalau mental polisi masih bermain mata dengan koruptor maka polisi akan berhadapan dengan mahasiswa seluruh Indonesia,” tandasnya. (Wwn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed