Rakor SP-SB, Ini Penjelasan Kadisnaker Depok

RadarKotaNews, Depok - Kadisnaker Kota Depok, M. Thamrin menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) ini adalah untuk mendengar masukan dari Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) yang tergabung dalam Forum Buruh Depok terkait kebutuhan SP/SB di awal tahun 2022.

"Rakor ini juga untuk menyelaraskan peraturan-peraturan yang berlaku terkait ketenagakerjaan," kata Thamrin dalam rapat koordinasi antara Forum Buruh Depok dengan Disnaker Kota Depok di Aula Bank Jabar Banten (BJB), Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/1/2022)

Selanjutnya kata Thamrin, Disnaker Kota Depok juga akan melakukan pendataan kembali terkait organisasi SP/SB yang ada di Kota Depok, sampai ke tingkat Pimpinan Unit Kerja (PUK) di Perusahaan.

Karena itu, masukan - masukan tersebut dapat berupa lokasi pelatihan kerja dan rumah organisasi yang dapat menampung seluruh SP/SB di Kota Depok. Selain itu juga dapat berupa masukan lain yang diperlukan untuk kepentingan bersama.

"SP/SB diharapkan melakukan verifikasi keanggotaan kepada Disnaker Kota Depok, karena hal ini berkaitan dengan keterwakilan di tim monitoring dan evaluasi, serta tim lainnya," imbuh Thamrin

Menurut dia, setiap SP/SB minimal harus memiliki 2.500 anggota untuk memperoleh keterwakilan di tim tersebut. Disnaker Kota Depok akan memberikan himbauan kepada perusahaan agar membebaskan pekerjanya untuk membentuk serikat dengan minimal anggota 10 orang.

Thamrin beberkan, anggaran untuk Disnaker sebesar Rp 10 Milyar per tahun, dimana Rp 7 Milyar untuk gaji pegawai, sehingga yang dapat digunakan sebesar Rp 3 Milyar. Jumlah ini dinilai sangat minim mengingat banyak agenda Disnaker yang harus dilaksanakan, tidak hanya berkaitan dengan SP/SB.

"Selain itu, Disnaker juga akan meningkatkan efektivitas tim yang sudah dibentuk. Jangan sampai tim ini hanya aktif saat ada hal - hal menonjol saja," pungkas Thamrin. (wawan)

Penulis:

Baca Juga