oleh

PUPR: Banjir Jabodetabek Akibat Drainase dan Luapan di Pintu Air

RadarKotaNews, Jakarta – Penyebab banjir yang terjadi di tanggal 1 Januari, 23 dan 25 Februari kemarin adalah hujan lokal dan luapan di pintu air Manggarai dan Karet.

Demikian pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu (26/02/2020)

Hal tersebut senada dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebutkan, penyebab banjir di tanggal 25 Februari kemarin adalah hujan lokal dan luapan di pintu air Manggarai dan Karet.

“Kalau yang kemarin karena hujan lokal, pak gubernur juga sudah sampaikan. Karena sungainya baru siaga 4, hanya pintu Manggarai dan Karet yang meluap, sehingga kita siapkan pompa,” kata Basuki

Tidak hanya hujan lokal, menurut Basuki ada beberapa pengaruh lain yang membuat wilayah Jabodetabek Banjir, diantaranya yaitu Drainase.

Karena itu Basuki ungkapkan, untuk banjir di tanggal 1 Januari 2020, drainase dan air kiriman memiliki potensi yang sama banyak.

Tidak seperti tanggal 1 Januari, banjir yang melanda Jabodetabek pada 23 dan 25 Februari 2020, lebih banyak disebabkan oleh drainase.

“Pengaruh yang 1 januari kalau kita rekap, disebabkan sungai itu 50 persen. jadi ada kiriman ada drainase. 23 Februari, yang terbanyak karena drainasenya. 86 persen. kalau yang 25 Februari drainasenya 65 persen, sungainya lebih kecil,” terangnya.

Dijelaskannya, hasil rekap banjir itu, merupakan hasil survei yang dilakukan kementeriannya pada tanggal 1 Januari hingga 25 Februari, kemarin.

“Ini, adalah surveri kami pada saat tanggal 1 banjir, kami terjunkan 400 calon PNS PU, untuk mengidentifikasi penyebab banjir di tanggal 1 itu. Ada yang kapasitas drainasenya 13 titik, tanggul jebol 44 titik, pompa yang tidak aktif di dua tik, sedimentasi ada di 14 titik. Nanti, kami akan tindak lanjuti ini,” ungkapnya. (fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed