Puasa Harus Memancarkan Diri Kita Menjadi Uswah Khasanah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir (Ist)

Oleh: Haedar Nashir

Puasa sebagai ibadah mahdloh merupakan satu kewajiban yang rutin kita tunaikan. Puasa dalam membentuk pribadi taqwa tentu tidak sekali jadi, maka setiap tahun berpuasa menurut ulama sebagai “olah jiwa tahunan” yang harus membentuk kita semakin baik, semakin bertaqwa.

Saya mencoba meletakkan puasa sebagai kanopi, sebagai teras rohani kita agar dengan ketaqwaan yang terus kita bangun itu, melahirkan diri kita yang semakin bersih, suci lahir dan batin dalam makna bahwa puasa adalah proses revolusi rohani.

Puasa yang bisa membentuk kanopi diri menjadi insan yg bersih lahir batin adalah puasa yang terintegrasi bukan hanya menahan diri dari makan minum dan pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga menjadikan diri menjadi orang yg mempunyai kemampuan memelihara, merawat dan menjaga.

Setiap tahun kita berpuasa tidak cukup hanya sebagai ritual individual semata, tetapi puasa harus memancarkan diri kita yang menjadi uswah khasanah (teladan yang baik) dalam kehidupan.

Ketika puasa diproyeksikan la'allakum tattaquun (agar kamu menjadi orang yang bertaqwa), bagaimana sifat taqwa itu dipraktekkan. Contoh apakah setelah puasa kita menjadi orang yg semakin dermawan, apakah kita menjadi orang yg sabar tidak pemarah, kemudian menjadi orang pemaaf.

Baca Juga