Promo Viral Tak Bermoral

Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. (Pemerhati Masalah Sosial dan Politik)

Oleh: Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd.

Holywings disorot usai pihaknya melakukan promosi untuk minuman keras beralkohol untuk pemilik nama Muhammad dan Maria, dimana kedua nama tersebut identik dengan dua agama yang ada di Indonesia. Holywings langsung dikecam oleh berbagai pihak, baik dari Netizen, tokoh agama, ormas hingga anggota DPR.

Usai dikecam oleh banyak pihak, postingan yang berisi promosi tersebut langsung dihapus oleh Holywings dan kemudian akun Instagram @holywingsindonesia menyampaikan permintaan maaf melalui postingan terbaru.

Manajemen Holywings Indonesia mengatakan bahwa mereka tidak akan sampai hati mengaitkan unsur agama dalam promosi minuman beralkohol. “Terimalah permohonan maaf kami dan izinkanlah kami untuk memperbaiki hal ini serta menjadi lebih baik lagi kedepannya,” tambah Holywings

Indonesia dalam keterangan fotonya.
Namun, nasi telah menjadi bubur. Unggahan itu sudah viral dan menyinggung banyak pihak. Banyak pihak dari tokoh agama hingga anggota DPR RI juga menyoroti promosi yang telah dilakukan oleh pihak Holywings itu. Bahkan Holywings Jakarta juga sempat digeruduk oleh GP Ansor Jakarta. Tak sampai di situ, outlet-outlet Holywings di daerah lainnya juga ikut terkena imbas dari kasus tersebut. (tvonenews.com/berita/nasional)

Tindakan perusahaan penyalur minuman keras (miras) tersebut jelas merupakan pelecehan terhadap agama Islam. Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang wajib dimuliakan. Dilarang keras menyandingkan Rasulullah SAW dengan khamar yang jelas haram. Begitu juga dengan Maria yang dikenal umat Islam dengan nama Maryam, ibunda Nabi Isa as., haruslah dimuliakan.

Sulit pula diterima nalar, mereka mengaku tidak pernah ada niat apalagi maksud untuk menista agama tertentu. Bukankah Indonesia sohor memiliki penganut agama Islam terbanyak di dunia! Tetapi demi popularitas, demi meraup pelanggan, mereka membuat kontroversi yang bertujuan viral dan terkenal. Sungguh trik marketing tak bermoral, keji tak kreatif, menjadikan agama sebagai bahan olok-olok!

Demikianlah ketika kancah kehidupan berbasis sistem sekuler liberal. Sistem yang menihilkan ajaran agama (baca : Islam) dan mengkultuskan kebebasan berperilaku. Melecehkan agama dianggap sebagai kebebasan berperilaku yang merupakan komponen utama dalam sistem liberal. Jualan miras sah-sah saja, toh negeri ini hukumnya memang tidak berlandaskan agama, tak peduli yang dijual dilarang agama.

Islam tegas melarang miras. Sehingga di dalam Al-Qur'an diserukan berulangkali terkait dengan keharaman meminum minuman ini. Allah SWT berfirman di dalam surah Al-Baqarah ayat 219 :

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ 

Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang minuman keras dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.’ Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, ‘Kelebihan (dari apa yang diperlukan).’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan."

Dalam ayat yang lain, Allah SWT juga telah berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 90 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."

Siksaan bagi orang yang meminum khamr sangatlah berat. Sebagaimana banyak disebut dalam riwayat nabi. Dari Sahabat Abdullah ibn Umar radliyallahu 'anhu :

روي عن رسول الله صلي الله عليه وسلم : ( أنه يؤتي بشارب الخمر يوم القيامة مسوداً وجهه ، مزرقة عيناه ، متدلياً لسانه علي صدره ، يسيل بساقه مثل الدم ، يعرفه الناس يوم القيامة) 

Artinya: "Diriwayatkan dari Baginda Nabi SAW, Sesungguhnya kelak para peminum khamr akan dihadirkan di hari kiamat kelak, dengan wajah yang menghitam, kedua bola matanya pucat, lidahnya terjulur hingga ke dadanya, dari kedua betisnya mengalir sesuatu yang seumpama darah. Mereka akan dipertontonkan dan dilecehkan di hadapan manusia."

Sistem sekuler liberal sememangnya tidak untuk memformat individu, masyarakat maupun negara untuk taat ajaran agama. Bahkan agama dipandang sebagai belenggu kebebasan. Jadilah mereka dengan daya semampunya membela agama dan nabinya dimaki kadrun, tak modern, intoleran, terbelakang, dan sebutan-sebutan serupanya. Padahal mereka hanya menjalankan perintah Allah SWT menolong agama-Nya. Allah SWT berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)

Pelecehan terhadap ajaran agama dan nabi akan terus berulang dalam sistem sekuler liberal karena sesungguhnya sistem ini memang tidak pernah kompatibel dengan agama. Kehormatan Rasulullah SAW hanya bisa dibela dan dilindungi dengan kembalinya Islam diterapkan dalam semua bidang kehidupan. Sejarah peradaban Islam menunjukkan saat Perancis dan Inggris akan mementaskan drama yang mengejek karakter Nabi SAW. Khalifah Abdul Hamid II mengancam Perancis sehingga Perancis pun membatalkannya. Pun terhadap Inggris Abdul Hamid II bahkan mengeluarkan dekrit mendeklarasikan jihad.

Negeri ini pun Allah SWT anugerahi SDA yang sangat melimpah. Jika dikelola penuh negara maka tak perlu lah negara berharap cuan dari pajak miras yang tak seberapa. Bahkan negara akan mampu maksimal memenuhi kesejahteraan warganya. Karena itu jangan mau termakan kampanye hitam kaum Islamophobia. Sudah saatnya Islam diberi kesempatan untuk kembali ke peradaban dunia, sehingga kerahmatan lil alamin nya bisa dibuktikan. Semoga tak lama lagi. Wallahu'alam.

*) Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

Baca Juga