Program Bela Negara di Kampus Diperlukan Namun Bukan Bentuk Militer

RadarKotaNews, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta mengatakan, bahwa publik semakin bertanya tanya ketakutan terhadap adanya rencana program Bela negara, Sehingga Partai PKS ngotot agar hal itu tidak terjadi.

"Pendidikan bela negara di kampus memang diperlukan, namun bukan dalam bentuk pendidikan militer," kata Sukamta, Kamis (20/8/2020)

Menurutnya, ancaman bagi negara sekarang tidak hanya ancaman militer, tapi juga ancaman ekonomi, wabah penyakit, siber, dan seterusnya.

“Disini tujuan kita adalah menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk hidup berbangsa dan bernegara serta menanamkan nilai-nilai dasar bela negara yang meliputi cinta tanah air,” jelas Sukamta

Pada dasarnya bela negara terdiri atas beberapa bentuk. Mulai dari pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar militer sebagai calon komponen cadangan, pengabdian sebagai anggota TNI, atau pengabdian sesuai profesi.

"Hal itu sesuai dengan UU RI No. 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) diatur soal komponen pendukung dan komponen cadangan," jelas Politisi PKS ini.

Pada pasal 17 disebutkan bahwa komponen pendukung itu bersifat sukarela. Demikian juga pada pasal 28, diatur bahwa komponen cadangan juga bersifat sukarela.

“Artinya, tidak ada wajib militer di sini. Bagi perguruan tinggi dipersilakan untuk menyelenggarakan PKBN atau tidak," tegas Sukamta. (fy)

Baca Juga