oleh

Pro Status Quo Atau Pro Perubahan, Keduanya Sama Legal Dan Demokratis

RadarKotaNews – Saat ini memang penting untuk menunjukkan demokrasi, kita pro status quo atau pro perubahan. Keduanya sama-sama legal dan demokratis.

Hal tersebut di sampaikan Politikus Gerindra, Habiburokhman Dalam konferensi pers terkait rencana Tausiyah Kerakyatan bertajuk “#2019 Indonesia Pasca Jokowi” yang di gelar oleh Aspirasi Indonesia di kawasan Cikini Raya, Jakarta, Senin (28/05)

“Saya mengecam anggapan gerakan ganti presiden politis. Karena dianggap politis maka diindikasikan melanggar hukum.”katanya.

Oleh karena itu dirinya siap bantu jika ada rekan-rekan dikriminalisasi, siap beri bantuan hukum.”pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Sekjend Aspirasi Indonesia, Aminuddin bahwa kita berhak menyatakan pendapat atas kondisi di Indonesia saat ini, Sebeb di era Jokowi ini begitu dahsyat perpecahan umat terjadi, adu domba terjadi, ulama dipecah belah, 200 ulama direkomendasikan jadi mubaligh padahal kita ada jutaan. “Ini menyakitkan bagi kita.”

Keprihatinan kita secara umum adalah dari sisi ekonomi dan politik. Belum lagi utang kita sudah membengkak. Sementara kata dia, pengelolaan pajak tidak efektif, tax amnesty juga tidak sukses.

“Makanya kehidupan kita makin susah, pengangguran makin banyak.”tukasnya.(adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed