oleh

Priok Bersatu Desak Yasonna Minta Maaf

RadarKotaNews, Jakarta – Pimpinan Priok Bersatu, Kemal Abu Bakar menyampaikan keberatan terhadap Yasona Laoly atas tuduhan kampung kami dimana anak yang tumbuh di kampung kumuh berpotensi kriminal

Hal itu kata Kemal, sangat tidak etis sebab Yasona sebagai Menteri dan tidak elok berbicara seperti itu meskipun beliau klarifikasi di media, namun kalau hari itu tidak menyampaikan di ruang publik, Kami juga menilai hal ini sebagai pelecehan sosial

Memang betul di kampung kami ada pengangguran cuma jangan dianggap kampung kami kalo data statistik tindak kriminal di 2018-2019 mengalami penurunan 7 persen

“kami sangat kecewa karena itu, kami datang kesini tidak ingin dialog tapi pingin Yasona menyampaikan permohonan Maaf,” kata Kemal bersama 15 perwakilan Priok bersatu saat menemui perwakilan Kahumas Kemenkumham, Bambang Wiyono dan Kabiro Hukum, Hari di kantor Kemenkumham Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Hari ini kita minta Yasona minta maaf dan kami mengundang Yasona ke Priuk, kami pastikan aman indeks ekonomi di Tanjung Priok itu naik

“Kalau 2X24 jam tidak ada klarifikasi dari Yasonna, kami akan boikot pelabuhan,” tegas Kemal.

Menurut Kemal, persoalan kriminal produk sosial memang ada di kota kami dan masih banyak pengangguran tapi ini adalah PR kita kepada pemerintah setempat tapi jangan menyudutkan, kalo memang mau di bandingkan kampung Ambon lebih kriminal

Di tempat yang sama perwakilan Tanjung Priok, Baby Zee (Artis), mengatakan, kalau Yasonna bicara secara ilmiah kayak anak Priok dituker kementeng akan jadi baik, itu kan meyudutkan tempat dan Yasonna harusnya jangan di bilang tempatnya, Karena itu, kami masyarakat Priok berharap Yasonna minta maaf.

Kami segenap Warga dan Masyarakat Tanjung Priok menuntut dan mendesak :

Pertama, Menuntut dan mendesak Yasonna Laoly sebagai Menteri Kemenkumham mencabut perkataan nya dan meminta maaf kepada segenap warga dan masyarakat Tanjung Priok Jakarta Utara

Kedua, Permohonan maaf yang dimaksud diatas, disampaikan secara terbuka di hadapan media secara terbuka dan kesatria dalam kurun waktu sekurang – kurangnya 2X24 Jam.

(Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed