oleh

Presiden KSPI Menanggapi Banyaknya Tenaga Kerja Asing

Radarkotanews.com – KSPI dan buruh Indonesia menolak keras kebijakan pemerintah yang membiarkan masuknya puluhan ribu pekerja asing (TKA) khususnya dari tiongkok ke Indonesia yang bekerja sebagai operator dan rencana presiden menghapus persyaratan wajib bisa berbahasa Indonesia bagi TKA tersebut.”Beber said.

Menurut said, kebijakan tersebut mengancam kedaulatan bangsa, mengurangi lapangan kerja bagi buruh Indonesia karena pekerjaan tersebut/operator bisa dikerjakan di Indonesia, dan tujuan investasi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan akan gagal karena lapangan pekerjaan akan diisi TKA dan orang indonesia tidak punya penghasilan karena tidak ada pekerjaan.”Kata Presiden KSPI Ir. Said Iqbal melalui pesan tertulisnya kepada Radarkotanews.com, minggu (23/08).

Oleh karena itu pemerintah harus menyetop sekarang juga masuknya ratusan ribu pekerja asing “unskill/operator” (khususnya dari tiongkok) ke Indonesia dan membatalkan pasal perjanjian investasi yang memasukan butir membolehkan pekerja asing “unskil/operator” bekerja di proyek investasi tersebut, seperti yang sudah terjadi di Papua, Pandeglang, Banten, dan Batam.”Pesan said.

“Bila tetap menjalankan kebijakan ini berarti sama saja memiskin buruh dan rakyat.”Tegasnya.(s)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed