oleh

Presiden ke Bandung, KASBI Dilarang Aksi

 

RadarKotaNews – Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), mendapatkan intimidasi oleh anggota tentara dan polisi. Kedua aparatur negara tersebut mendesak KASBI agar membatalkan demo yang menuntut penghapusan upah padat karya. Alasannya dibatalkanya dan diganti hari karena Presiden Joko Widodo akan hadir di Gedung Sate, Bandung, pada Senin, 11 September 2017, tepat pada aksi unjuk rasa KASBI.

Sekretaris Jendral KASBI Unang Sunarno menjelaskan surat pemberitahuan agenda aksi itu sudah disampaikan jauh hari sebelum rencana kedatangan Presiden Joko Widodo.

“Surat pemberitahuan aksi sudah dikirim beberapa hari yang lalu,” kata Unang kepada awak media, Minggu (10/09).

Namun kata dia, Sabtu, 09 September 2017 anggota tentara dan polisi mulai melakukan intimidasi secara tiba-tiba. Alasannya, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan ke pusat pemerintahan Jawa Barat. “Bahkan sudah mulai keluar nada ancaman, jika aksi tetap di laksanakan akan di bubarkan paksa dan akan terjadi bentrokan. Iya di larang, gak boleh aksi tgl 11, karena ada kunjungan presiden ke bandung. Tidak hanya itu, aparat menyarankan agar massa KASBI mengganti hari yaitu selasa” pungkasnya.

KASBI menganggap larangan aksi itu sebagai bentuk pembungkaman kebebasan berpendapat. Secara organisasi KASBI menegaskan akan tetap melakukan aksi unjuk rasa. Sunarno menegaskan Presiden Jokowi dan TNI-Polri harusnya memahami UUD1945. Pasal 28 E ayat (3) konstitusi atau dasar negara itu menyebutkan setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat.

Menurutnya, unjuk rasa juga dilindungi Undang undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

“Kepada Presiden Jokowi dan Aparat TNI-POLRI sebaiknya janganlah sewenang-wenang melarang larang rakyat yang ingin berunjuk rasa (menyampaikan pendapat di muka umum). Inilah Demokrasi rakyat yang lahir sejak 98′ yang berhasil diperjuangkan dengan penuh pengorbanan rakyat. Ingat! tanpa ada Demokrasi Rakyat, Anda tidak akan pernah jadi Presiden,” ucapnya.(Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed