oleh

PMJ : DKI Saatnya Dipimpin Tokoh Muda Jakarta.

radarkotanews.com – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan diselenggarakan tahun depan. Namun, wacana calon gubernur dari partai politik maupun independen turut memanaskan suasana bursa calon Gubernur di Pilkada DKI 2017. Partai-partai politik pun siap berkoalisi dan mengajukan bakal calon pemimpin Ibu Kota.

Provinsi DKI Jakarta termasuk dalam salah satu daerah yang akan melaksanakan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak jilid II pada Februari 2017 mendatang.

Jelang Pilkada DKI Jakarta 2017, sejumlah kepala daerah, misalnya Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil, digadang-gadang akan dihadapkan menjadi pesaing Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Melalui komunitas Teman Ahok, Ahok memang sedang mengumpulkan sejuta KTP untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen.

Sementara itu koordinator Pergerakan Muda Jakarta (PMJ) Syarief Hidayatullah dalam keterangan rilisnya yg diterima redaksi radarkotanews.com mengatakan “saat ini publik dipertontonkan dengan perselisihan-perselisihan antar para tokoh politik yang ada seperti contoh kasus soal UPS antara H. Lulung dan Ahok , bagi saya ini merupakan sebuah bagian dari strategi dari para tokoh tersebut, ada dua kemungkinan yang saya analisa. pertama memang benar itu perseteruan nyata untuk mendapatkam simpati publik, bahwa yang bersangkutan memang tidak bersalah. kedua hal itu memang disengaja agar orang-orang tersebut menjadi orang yang selalu tampil di media, sehingga mereka semakin dikenal publik Jakarta.” nilai Syarief.

Lebih lanjut pria yang juga dikenal sebagai aktivis muda NU Jakarta ini menambahkan “baru-baru ini tokoh nasional Yusril Ihza Mahendra, secara terang-terangan menantang Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti. Diantara nama-nama yang ada, selain Ridwan Kamil, Risma Tri, H. Lulung, Tantowi Yahya, Adyaksa Dault, Ichsanuddin Noorsy dan yang lainnya. Arief menilai bahwa sosok muda di Jakarta tidak luput dari bursa calon gubernur DKI tersebut” tambah Syarief.

Menurut Syarief “sosok tokoh muda Jakarta itu datang dari Jakarta Utara yang saat ini menjadi anggota DPR-RI, yaitu Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem. Sahroni dinilai sebagai representasi tokoh muda di Jakarta, selain masih berusia muda, dia seorang pengusaha yang sukses dan juga bersih dari persoalan-persoalan korupsi. Peluang Sahroni sangat besar, sebab yang dibutuhkan di Jakarta bukan hanya berani, akan tetapi juga sesosok anak muda muslim bersih dan juga progresif tentunya sangat dibutuhkan dalam kepemimpinan Jakarta hari ini, esok dan seterusnya.” nilai Syarief.

“Ahmad Sahroni adalah sosok muslim sederhana yang berangkat dari keluarga miskin, sehingga pengalaman hidupnya sangat memahami kondisi masyarakat miskin ibukota sejak kecil saat ia tinggal di Tanjung Priok. Hanya dalam kurun waktu kurang lebih 12 tahun, ia mampu membuktikan bahwa seorang anak jalanan yang saat masih bayi kerap tidur di gerobak warung nasi sang bunda, kini telah sukses menaklukan kehidupan yang keras dan mampu meraih semua mimpi indah yang pernah melintasi tidurnya. Hasil hitung real count yang dirilis KPU Jakarta Utara menetapkan Caleg Partai Nasdem Ahmad Sahroni meraih suara terbanyak dari seluruh Caleg yang bertarung di Jakarta Utara. Caleg Nomor 1 Partai Nasdem Dapil Jakarta Utara tersebut berhasil meraup dukungan sebanyak 48.231 suara. Artinya Roni memiliki dukungan dan kepercayaan yang cukup besar dari dapilnya” tutup Syarief.

UB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed