PJ. Kades Mangon Geser Moding Masjid Al-Jihad, Diduga Karena Dendam Lama

RadarKotaNews, Malut - Sepertinya kurang tepat jika persoalan hati (pribadi-red) dijadikan sandaran dalam mengeluarkan sebuah keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, hal ini seperti yang diutarakan salah satu jama'ah masjid Al-Jihad desa Mangon-Kec. Sanana Kota, Kab. Kepulauan Sula, menyikapi SK. Pj. Kades Mangon (Junan Mojo) nomor 141.31/KTPS.06/DM-SNN/XI/2022 tentang pergeseran Moding, Senin (21/11).

Masalahnya pergeseran Moding Tahir Silambona dari Masjid Al-Jihad ke Masjid Riyaadatusshalihyin di dusun III masih di desa yang sama, diduga bermotif dendam lama, dan ini membuat kami jama'ah tidak merasa nyaman.

”Kenyamanan kami dalam beribadah menjadi terganggu dengan adanya SK Pj. Kades Mangon”, ujar jama'ah tadi yang minta tidak disebutkan namanya.

SK. Pergeseran Moding oleh Pj. Kades Mangon Junan Mojo

Dirinya menceritakan, saat belum diangkat menjadi Pj. Kades Mangon, sempat ada gesekan antara Pak Junan dan Pak Taher, ini juga menyangkut jabatan Moding, Pak Junan sempat ditolak oleh Pak Taher karena tidak ada SK. Penunjukan dari Kades yang lama untuk menjadi Moding di Masjid Al-Jihad.

”Saya khawatir persoalan ini yang melandasi SK. kades Junan dalam menggeser Pak Tahir, apa lagi di masjid ini modingnya hanya Pak Tahir jadi kurang tepat jika harus digeser", tambahnya lagi.

Dirinya jelas menolak jika kemudian persoalan keumatan dijadikan komoditas pribadi, seharusnya Pj. Kades Junan mengedepankan kepentingan Umat ketimbang kepentingan pribadi dalam kewenangannya, jika dipaksakan jelas kami akan melakukan penolakan.

Sementara itu, Moding Taher ketika ditemui media ini, lebih banyak bersikap _tawadhu_, menyikapi SK. Pj. Kades Mangon, Junan Mojo, baginya melayani umat (jama'ah masjid-red) adalah prioritas dirinya sebagai Moding.

”Saya juga kaget menerima SK. Ini, namun saya berharap pihak pemerintah desa bisa mengkaji lagi dengan mempertimbangkan aspirasi dari jama'ah masjid", ungkapnya datar.

Pada prinsipnya saya sami'na wa atho'na saja, hanya bagaimana dengan umat, bagaimana dengan jama'ah masjid, tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan awak media kami masih mencoba menghubungi Pj. Kades Mangon Junan Mojo untuk menanyakan SK pergeseran Moding serta motif yang disangkakan dibalik SK tersebut.(RL)

Penulis:

Baca Juga