oleh

Pilkada Serentak dan Penguatan Demokrasi

Radarkotanews.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat termasuk ke kampus-kampus. Tujuannya sosialisasi tersebut agar lapisan masyarakat dan mahasiswa turut mensukseskan Pilkada yang akan diselenggaran ditiap daerah.

Komisoner KPU Republik Indonesia (RI) Dr. Fery Kurnia Rizkyansyah M.SI berharap kepada mahasiswa agar bisa memberikan masukan-masukan yang positif. Pada tahun 2005 kita sudah melaksanakan pilkada serentak, tapi sesuai akhir jabatannya.

“Permasalahan yang akan timbul diakibatkan oleh proses rekrutmen calon yang kurang baik oleh partai politik,” ucap Dr. Fery saat Seminar Nasional yang bertajuk ”Pilkada Serentak dan Penguatan Demokrasi’ di Aula FISIP Kampus 2 UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Jalan Kertamukti Raya No 5 Kel Cirendeu Kec Ciputat Timur Kota Tangsel, (22/10/2015).

Lanjut Fery, demokrasi yang bertujuan untuk kesejahteraan, namun tahapan pemilu itulah yang menjadi jalan untuk kesejahteraan.
Dirinya berharap agar FIsip UIN tidak hanya menjadi penonton dalam sejarah, kita berharap kota Tangsel mampu melaksanakan Pilkada yang terbaik.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (PERLUDEM) Titi Anggraini menerangkan bahwa Pilkada merupakan sebuah perjuangan yang bukan lahir dari perencanaan yang matang.

“Pilkada yang Efisien dan Efektif itu apabila di suatu Provinsi itu seluruhnya secara serentak melaksanakan Pilkada,” ujarnya.

Menurutnya Pilkada sekarang ini baru Pra Kondisi menuju Penguatan Demokrasi dan menuju pilkada Efesien dan Efektif. Anggaran Pilkada di Tangsel termasuk anggaran paling tinggi di banding daerah lain di Indonesia, termasuk honor penyelenggara pun paling besar di Tangsel

Sedangkan Peneliti Senior Prof. Dr. Syamsudin Haris berpendapat bahwa Pilkada serentak timbul dikarenakan kepanikan pemerintah saat itu, pilkada tahap I 2015 merupakan pilkada Transisional menuju pilkada serentak nasional tahun 2027.

“Pilkada serentak 2015 ini hanya mencapai efisiensi waktu saja, efisiensi anggaran belum tercapai,” tuturnya.

Syamsudin melihat bahwa skema pilkada serentak belum di disain untuk mencari pemimpin yang lebih baik, belum mampu melahirkan kebijakan yang Kolektif.

“Kualitas pilkada, ditentukan oleh kualitas penyelenggara, kualitas calon dan kualitas pemilih,” tukasnya.(ww)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed