oleh

Pernyataan Aliansi BEM Jakarta di Bantah Presiden BEM UMJ

RadarKotaNews, Jakarta – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Mujiono Koesnandar membantah pernyataan Aliansi BEM Jakarta yang mengkritisi fasilitas untuk dokter dan tenaga kesehatan selama menangani virus corona.

Bantahan itu tertulis dalam surat resmi yang diunggah di media sosial. Surat yang bercap basah BEM UMJ dan ditanda tangani langsung oleh Mujiono Koesnandar secara tegas mengatakan tidak terlibat.

Bahkan, Mujiono menegaskan tidak adanya bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Aliansi BEM DKI Jakarta ke internal BEM UMJ yang masih aktif.

“Tidak adanya bentuk koordinasi dengan kampus yang bersangkutan dengan Aliansi BEM Jakarta,” bantahnya.

Mujiono juga sangat menyayangkan narasi-narasi yang dibangun aliansi tersebut dikarenakan tidak adanya pengkajian sebelumnya.

Terakhir, Mujiono menghimbau kepada seluruh steakholder dan mahasiswa UMJ untuk lebih jeli menelaah segala bentuk media informasi agar tidak terprovokasi.

Sebelumnya, Aliansi BEM Jakarta yang terdiri dari beberapa kampus di Jakarta mengkritisi fasilitas buat nakes yang dianggap berlebihan.

Presiden Mahasiswa STIKES Binawan, Yazid Albustomi dilansir wartakota menyoroti penggunaan Hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI digunakan sebagai tempat untuk menginap tim medis dan relawan. Mereka menganggap hal itu berlebihan.

“Fasilitas hotel bintang 5 untuk tim medis dinilai berlebihan. Lantas apakah itu menjamin bahwa masyarakat Jakarta tidak terinfeksi virus Corona karena belum meratanya tindakan pencegahan dari Gubernur Jakarta terkait virus Corona dikalangan masyarakat menengah kebawah,” ujar Yazid mewakili aliansi. (war)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed