oleh

Peringati Sumpah Pemuda Ribuan Massa Gabungan Turun Kejalan

RadarKotaNews – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) berunjukrasa di kawasan Patung Kuda Indosat, Jalan Medan merdeka barat, Jakarta Pusat, Senin (28/10)

Mereka menolak Revisi KUHP, Revisi UU KPK, Revisi UU Pertanian dan Pemasyarakatan dan Revisi UU Ketenagakerjaan; Mendesak untuk segera disahkan RUU pengesahan kekerasan Seksual dan RUU Perlindungan pekerja Rumah tangga; Tuntaskan Pelanggaran HAM dan Adili Pelakunya

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Nining Elitos menuntut penguasa yang saat ini kebijakannya hanya berpihak pada para pebisnis dan tidak memihak kepada rakyat

Selain itu pihaknya juga melakukan aksi di ILO karena mau menggugah kesadaran ILO sebagai organisasi buruh internasional atas ketidakadilan bagi buruh yang terjadi di Indonesia.

“Kita tau partai politik hanya mendekati rakyat dan buruh pada saat ada pemilihan dan setelah itu mereka tidak perduli pada kita maka kita harus berfikir kedepan untuk membawa buruh menjadi partai politik.”tutur Nining dalam aksinya.

Nining juga menyebut Jokowi menjadi kaki tangan kapitalisme dan asing lebih berpihak kepada pemodal asing, oleh karna itu kaum buruh menjadi elemen rakyat indonesia bergerak di hari sumpah pemuda ini terkait kebijakan kebijakan yang tidak adil menyengsarakan kaum buruh.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada anak anak Indonesia mahasiswa, STM yang bertindak kristis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada kita, sebab, kebijakan yang direvisi membuat petaka kepada kita, sikap kita tegas protes kepada negara, maka apabila negara tidak berpihak kepada kita maka kita akan bersatu turun kejalan,”tegas Nining

Meski demikian, di momen sumpah pemuda ini kita menyeruhkan semangat persatuan, kami juga menyeruhkan kepada segenap masyarakat indonesia menyerukan membangun kekuatan politik, tidak cukup pergerakan masa menutut hak hak normatif tetapi sudah saat nya menyeruhkan persatuan membangun alat politik nya sendiri membangun politik kelas buruh atau pekerja.

“Seperti biasa upaya untuk menggebosi aksi kita selalu di lakukan oleh pihak aparat keamanan, kita melihat ada ketakutan kepada pemerintah terkait aksi aksi yang dilakukan rakyat, artinya ada sesuatu yang rusak dinegri ini, membuat kaum muda resah terkait kebijakan pemerintah hal itu yang membuat kaum muda seperi mahasiswa dan SMK turun kejalan. Ada undang undang yang dipaksakan dan UUD yang sedang dikerjakan DPR membuat kaum buruh dan mahasiswa marah dan turun kejalan menentang kebijakan yang akan merugikan rakyat.” jelasnya

“kami mendesak agar RUKHP ditahan, yang mana kebijakan tersebut membuat kaum buruh, mahasiswa, anak-anak STM/SMA menderita yang mana kebijakan tersebut sangat membatas.”tegas Nining

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Khusni Zaini Harun menilai, dalam rezim neo orbais penuntasan kasus kasus korupsi merupakan janji-janji manis yang sulit diwujudkan, kompromi politik yang dilakukan telah memupus harapan pemuda mahasiswa dan rakyat akan tuntasnya kasus-kasus korupsi besar yang bersinggungan dengan politik kekuasaan.

Sehingga kata dia, tantangan mendasar adalah beranikah Komisi Pemberantasan Korupsi dan penegak hukum lainnya melakukan program pemberantasan korupsi dengan menuntaskan kasus-kasus besar korupsi di negara ini seperti korupsi BLBI, korupsi E KTP, korupsi Bank Century, korupsi wisma atlet dan korupsi besar lainnya.

“Gambaran kondisi hari ini merupakan tantangan yang harus dijawab oleh gerakan pemuda, mahasiswa dan rakyat pada umumnya. Karakter pemuda yang berwatak patriotik inilah yang membuat sejarah perjuangan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran pemuda yang cinta tanah air, anti penindasan dan penjajahan.” tutup Khusni.(wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed