oleh

Pergerakan Pemuda Harus Didasari Idiologi

Radarkotanews.com – Mantan Wakil Sekretaris Presiden Ir. Sayuti Asyathri mengatakan pergerakan harus didasari idiologi. Sekarang ini Banyak orang pintar, banyak orang ahli, tapi belum tentu punya energi untuk membuat perubahan, tidak ada perubahan tanpa dukungan dunia internasional.

“Sukarno bisa merubah Indonesia, karena beliau berkeliling dunia minta dukungan untuk perubahan Indonesia,” jelas Ir. Sayuti saat Saresehan Aktivis Lembaga Pers dan penerbitan (LPP) Insight Ikatan Mahasiswa Muhamdiayah (IMM) Cab Ciputat Thn 2014 – 2016 yang bertajuk ” Pergerakan Pemuda untuk Membangun Peradapan Indonesia abad 21 “.di Ruang Student Centre (SC) Kampus I UIN Syarif Hidatullah (15/10/2015).

Menurutnya, perubahan dunia Islam nantinya, akan berporos di Indonesia, karena Indonesia tidak pernah memiliki masalah dengan negara Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama mantan Asisten Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Purn Saurip Khadi berpendapat bahwa kerusakan peradapan saat ini justru oleh Islam.

“Banyak pesyiar agama Islam yang salah menyiarkan agama Islam,” terangnya.

Saurip mengajak untuk memperbaiki kesalahan yang sudah di perbuat oleh islam saat ini. Dalam Alquaran ada kata-kata perangi Nasharah, maksudnya adalah perangi orang-orang yang ingkar janji bukan perangi orang Nasrani dengan bakar, rusak dan serang gereja. Inilah yang harus dipahami.

Sedangkan menurutĀ  Direktur Go Green & Go Clean Indonesia Justiani, pergerakan dimulai dari hati dan bukan berasal dari sekolah atau pendidilkan.

“Energi tidak hilang namun berpindah dan bisa diketemukan kembali. Kedepan Indonesia akan menjadi titik pertemuan peradaban antara timur dan barat,” tukasnya.(ww)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed