Pengaruh Ex-Dividend Date Terhadap Harga Saham Indeks LQ45 dan Di Luar Saham Indeks LQ45

Ilustrasi

Oleh: Reychan Lazuardi

Indeks LQ45 mencakup 45 perusahaan yang dipilih karena ketentuan likuiditasnya yang tinggi (liquid), dianggap mempunyai kondisi finansial yang baik, memiliki kapitalisasi tinggi dan memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi sehingga memiliki kencenderungan lebih besar untuk membayarkan dividen walaupun dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil.

Saham-saham pada LQ45 harus menepati kriteria serta melalui seleksi utama (Indonesia Stock Exchange) seperti masuk dalam urutan 60 teratas dari total transaksi saham di pasar regular 1 tahun terakhir, mempunyai urutan berdasarkan market capitalization 1 tahun terakhir dan sudah terdata di BEI selama minimal 3 bulan, kondisi finansial perusahaan dan prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi serta total hari perdagangan transaksi regular market.

Perbedaan indeks LQ45 dengan emiten lainnya adalah kecenderungannya yang lebih tinggi untuk membayarkan dividen membuat indeks LQ45 tetap menunjukkan eksistensinya walaupun ekonomi sedang menurun. Hal tersebut yang menyebabkan banyak investor terdorong untuk membeli saham emiten LQ45 karena dianggap lebih aman saat dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil dengan anggapan bahwa perusahaan tersebut sehat. Perusahaan di luar indeks LQ45 tidak ramai dilakukan transaksi karena tidak menarik perhatian investor dan umumnya nominal deviden yang dibagikan kepada investor memiliki nominal yang kecil.

Kutipan dalam buku Horne dan Wachowicz dengan judul Fundamental of Financial Management menjelaskan bahwa kebijakan dividen merupakan suatu bagian integral dalam pembuatan keputusan pembiayaan perusahaan Saham merupakan bukti keterlibatan ekuitas pemegang saham atau bentuk kepemilikan nilai perusahaan dimana pemilik saham dapat mendapatkan dividen dari perusahaan tersebut.

Investor yang ingin mendapatkan dividen tersebut harus membeli sahamnya terakhir pada waktu cum-date. Cum-date merupakan batas waktu terakhir pada tanggal yang ditentukan untuk investor yang ingin membeli suatu saham serta berhak memperoleh dividen perusahaan nantinya. Ex-date adalah hari pertama dimana shareholders tidak memperoleh dividend dari suatu perusahaan dimana menurut penelitian Taungke dan Supramono (2015), ditunjukkan bahwa rerata harga saham terdegradasi saat ex-date. Beberapa penelitian sebelumnya kemudian ditarik kesimpulan saat ex-dividen date menyebabkan nilai saham menerun lebih kecil dari besaran dividend pada ex date dimana menunjukkan adanya degradasi harga saham saat tanggal ex-dividend.

Penelitian yang dilakukan oleh Kurniasih dkk. (2011) menunjukkan bahwa pemberitahuan dividen mensinyalir berupa abnormal return di sekitar pemberitahuan dividen dimana ketika perusahaan mengumumkan bahwa dividennya meningkat, maka abnormal return-nya positif. Saat pengumuman dividen turun maka abnormal return negatif dan saat pemberitahuan dividen stabil abnormal return tidak signifikan.

Penulis tertarik mengidentifikasi dampak ex-date terhadap harga saham indeks LQ45 dan di luar indeks LQ45. Penelitian mengenai Ex-Dividend Date dan Perubahan Harga Saham di BEI oleh Taungke dan Supramono (2015) menyiratkan adanya penuruan harga saham di BEI pada ex-date yang dihitung 15 hari sebelum serta setelah ex-date.

Penulis menganjurkan bagi investor untuk membeli saham saat ex-date sebab rerata stock price mengindikasikan adanya degradasi harga sehingga investor bisa membeli saham dengan harga yang tidak mahal. Hal yang membuat penelitian ini berbeda dari penelitian terdahulu yaitu objek yang diteliti, dimana lebih berfokus pada saham LQ45 dan membedakannya dengan perusahaan diluar LQ45 serta menggunakan jangka waktu 4 hari sebelum dengan sesudah ex-date karena menurut peniliti jangka waktu 15 hari terlalu lama dan memunculkan kemungkinan bias yang lebih besar karena adanya faktor-faktor luar seperti kondisi ekonomi, peristiwa global ataupun lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham.

Pada dasarnya, tulisan ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria pada data emiten LQ45 antara lain:

  1. Perusahaan yang terdaftar di BEI dan pernah masuk ke dalam daftar emiten LQ45 pada tahun 2017-2020 didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 66 perusahaan.
  2. Perusahaan yang konsistent masuk ke dalam daftar emitem LQ45 dan mengeluarkan kebijakan pembagian dividen tunai selama sekali dalam setahun didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 7 perusahaan.
  3. Perusahaan yang tidak mengeluarkan aksi korporasi selain pembagian dividen seperti stock split, saham bonus, dan right issues didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 7 perusahaan.

Untuk data pada emiten non LQ45 antara lain:

  1. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI dan mengeluarkan kebijakan pembagian dividen tunai satu kali dalam setahun secara rutin pada tahun 2017-2020 didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 75 perusahaan.
  2. Perusahaan-perusahaan yang tidak pernah masuk ke dalam daftar emitem LQ45 tahun 2017-2020 didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 56 perusahaan.
  3. Perusahaan-perusahaan yang tidak mengeluarkan aksi korporasi selain pembagian dividen seperti stock split, saham bonus, dan right issues didapatkan jumlah perusahaan sebanyak 45 perusahaan.

Menurut hasil data analisis, terdapat perbedaan secara signifikan di stock price LQ45 sebelum dengan sesudah ex-date. Hasil yang sama juga terjadi pada saham non-LQ45 yang menemukan bahwa terdapat perbedaan stock price non LQ45 secara drastis sebelum dengan sesudah ex-date.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kurniasih dkk. (2011) yang menunjukkan bahwa pemberitahuan dividen mensinyalir berupa abnormal return di sekitar pemberitahuan dividen dimana ketika perusahaan mengumukan bahwa dividennya meningkat, maka abnormal return-nya positif. Saat pengumuman dividen turun maka abnormal return negatif dan saat pemberitahuan dividen stabil abnormal return tidak signifikan.

Semakin besar dividend yang dibagikan perusahaan, para investor cenderung menyukai company stocks tersebut sehingga stock price naik. Begitupun halnya dengan kebijakan dividen stabil yang dikeluarkan perusahaan. Kebijakan ini cenderung disukai oleh investor, sehingga mereka tertarik dengan harga yang lebih besar untuk saham perusahaan yang mengeluarkan dividen stabil.

Dengan demikian kebijakan dividen yang dikeluarkan perusahaan dan diumumkan kepada publik akan memberi pengaruh terhadap stock price perusahaan tersebut. Hal ini akan menyebabkan perbedaan antara rerata stock price sebelum pemberitahuan kebijakan dividend dan sesudah pengumuman kebijakan dividend. Demikian pula halnya dengan rerata stock price sebelum dan sesudah ex-date. Rerata stock price sebelum ex-date akan berbeda secara signifikan dengan stock price sesudah ex-date. Sebab sebelum ex-date investor masih menerima atau berhak untuk mendapatkan dividen, sedangkan sesudah ex-dividend date investor tidak lagi mempunyai hak untuk mendapatkan dividen.

Investor berminat terhadap perusahaan yang membayarkan dividen, sehingga ingin membayar dengan harga yang lebih besar untuk saham perusahaan yang membagikan dividend. Pada saat sesudah ex-dividend date investor tidak lagi memiliki hak atas dividend. Hal ini membuat investor tidak berminat lagi terhadap saham ini, sehingga harga saham ini akan turun sesudah ex-dividend date.

Hasil penelitian yang lain juga menemukan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan stock price LQ45 yang menurun dibandingkan dengan harga saham non LQ45 sebelum dan sesudah ex-date. saham LQ45 memiliki stock price yang lebih tinggi dibanding saham non LQ45. Penurunan harga saham setelah periode Ex-Dividen Date pada saham-saham yang masuk LQ45 lebih kuat dibandingkan pada perusahaan non LQ45.

Menurut Taungke dan Supramono (2015) menyatakan bahwa pengumuman dividen dapat dimanfaatkan untuk mensinyalir mengenai prospek perusahaan kepada investor, baik itu sinyal positif ataupun negatif. LQ45 adalah saham yang diterbitkan perusahaan yang matang dan mapan dengan rekam jejak yang kuat karena perusahaan sudah mapan, kepercayaan masyarakat terhadap profesionalismenya besar.

Kemampuannya untuk membayar dividen yang besar telah ditunjukkan berulang kali selama bertahun-tahun. Alhasil, saham LQ45 akan tetap menghadirkan prospek capital gain, dan banyak diburu investor meski harga sahamnya tinggi, bahkan harganya naik. Hal tersebut memberikan sinyal lebih positif pada saham LQ45 dibandingkan pada saham non LQ45 sehingga harga sebelum ex-date lebih tinggi yang artinya investor lebih memilih saham LQ45.

*)Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika, Universitas Islam Indonesia

Baca Juga