oleh

Pengamat: Fenomena Pemilu yang Menelan Banyak Korban Perlu Dicermati

RadarKotaNews – Terkait meninggalnya ratusan petugas KPPS, hal tersebut harus dilakukan evaluasi karena fenomena ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah pemilu di Indonesia.

Demikian pendapat Pengamat pemilu, Jojo Rohi saat wawancara oleh awak media di Gedung Joang ’45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/19).

Menurut Jojo, ada hal yang perlu dicermati khususnya dengan fenomena pemilu yang menelan banyak korban. Itu mengindikasikan, satu, perlu dievaluasi apakah ada miss manajement di penyelenggara pemilu? Itu masih perlu diinvestigasi.

Kedua, apakah sistem pemilu serentak ini juga membawa dampak bagi carut marutnya pemilu kita? Sebab, sekarang ini kondisinya emergency, agak khusus karena mengorbankan banyak jiwa. Karena itu apakah perlu disederhanakan?.

Kemudian masalah lainnya, yakni kegaduhan soal penggunaan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Ia menjelaskan, Situng hanya membantu masyarakat untuk mengetahui informasi secara cepat mengenai hasil pemungutan suara Pemilu 2019, tapi tidak bisa dijadikan dasar hukum jika ada peserta pemilu yang ingin menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Karenanya, ia menyarankan agar peserta pemilu tak perlu gaduh soal Situng, melainkan fokus mengawal proses rekapitulasi berdasarkan penghitungan suara yang dilakukan berjenjang secara manual dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga nasional.

“Bahwa website ini adalah alat kerja yang membantu saja kepada publik untuk mengetahui lebih cepat (perolehan suara). Tapi sebenarnya Situng ini tidak punya legal standing untuk misalnya menjadi dasar hukum, barang bukti yang bisa dipakai untuk menggugat di MK. Karena itu energi kita jangan disitu,” terangnya.

“Jadi sebaiknya fokus ke yang offline, on paper-nya, C1-nya itu, bukan yang di Situng. Situng mau jungkir balik kayak gimana pun dia gak ngefek banyak. Yang jelas itu legal formalnya di MK nanti ya on paper yang C1-nya itu. Jadi saya pikir energi kita harusnya fokusnya ke situ, mengamankan dokumen on paper-nya, dari pada gaduh soal Situng,” jelas Jojo.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed