Pengamat: Benteng Pertahanan dalam Mengemukakan Pendapat Sudah Berakhir

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga

RadarKotaNews, Jakarta - Pemanggilan oleh pihak Rektorat UI terhadap Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) patut menjadi perhatian. Sebab, tidak perlu diselesaikan dengan pemanggilan semacam itu.

Hal tersebut sebagaimana di sampaikan Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya, Senin (28/6/2021)

Menurut Jamil, penanganan kritik semacam itu sama saja dengan upaya pembungkaman kebebasan berpendapat. Padahal seharusnya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kebebasan

"Kalau kampus sudah mengintervensi kebebasan berpendapat, maka sebagai benteng pertahanan terakhir dalam mengemukakan pendapat sudah berakhir," tegas Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 - 1999 itu.

Jamil menilai, hal itu tentu berbahaya dalam perkembangan demokrasi di tanah air. "Lonceng kematian berdemokrasi tinggal menunggu waktu saja."

Karena itu, para rektor harus berusaha dengan keras upaya pembungkaman kebebasan berpendapat. Para rektor harus menjaga kebebasan dari intervensi kekuasaan, terutama dalam kebebasan berpendapat.

"Para rektor juga harus menjamin civitas akademika tidak merasa takut dalam berpendapat. Hanya dengan begitu, kampus tetap steril dari intervensi kekuasaan," pungkasnya [Ipk]

Penulis:

Baca Juga