Pemuda, Tokoh Agama dan Adat Desa Wainib Minta Bupati Kepsul Segera Lantik Arman Duwila

Ilustrasi Kepala Desa (Kades)

RadarKotaNews, Malut - Pemuda dan sejumlah tokoh agama dan adat Desa Wainib meminta Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus agar segera melantik Arman Duwila.

Alasan penuntutan pelantikan mantan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Teknik Unkhair itu karena bagi mereka, Pilkades Wainib telah selesai.

“Semua bukti-bukti Pilkades sudah diserahkan ke Tim Investigasi Pilkades, berupa berita acara perolehan suara, surat keputusan BPD Wainib tentang penetapan calon kepala desa terpilih, formulir C Plano dan 287 petisi dukungan pelantikan Arman Duwila,” sebut Basri Umagap, pemuda Desa Wainib, Rabu (16/11/2021)

Terkait aksi penolakan kehadiran pejabat baru oleh masyarakat, kata Wakil Imam Desa Wainib, Yakub Fokaaya, ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan Pilkades melainkan juga tentang masalah tapal batas.

“Yang jadi pertanyaan, apakah pejabat baru bisa menyelesaikan masalah tapal batas? Masalah tapal batas adalah persoalan serius. Jangan main-main. Ini persoalan harga diri. Masalah tapal batas hanya bisa diselesaikan oleh kepala desa definitif. Karena itu, kami minta ada perhatian serius dan kebijaksanaan dari Ibu Bupati,” tandas Yakub.

Sementara Ketua Adat Fagud Desa Wainib Hi. Kasim Duwila dalam pertemuan dengan Tim Investigasi pada September 2021 lalu menegaskan bahwa yang ia tahu pemenang Pilkades Wainib adalah Arman Duwila. Karenanya, pada kesempatan tersebut ia meminta tim investigasi untuk mengambil keputusan sesuai hasil perhitungan di desa.

Hal senada juga ditegaskan oleh tokoh agama Desa Wainib Hi. Sifran Drakel. “Yang kami tahu Arman Duwila yang jadi kepala desa,” tandas Hi. Sifran di hadapan Tim Investigasi saat itu.

Sementara Arman sendiri menegaskan, proses perjuangan pelantikan yang ia tempuh cukup panjang, mulai dari masa pemerintahan bupati Hendrata Thes hingga bupati Fifian Adeningsi Mus. “Namun hingga sampai saat ini belum ada kejelasan,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta ada kebijaksanaan dari Bupati Fifian Adeningsi Mus. “Saya resmi ditetapkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wainib sebagai kepala desa terpilih sesuai berita acara hasil perhitungan suara. Karena itu, saya berharap ada kebijaksanaan dari Ibu Bupati,” ujarnya.

Arman yang juga merupakan mantan Ketua BEM Fakultas Teknik Unkhair tahun 2009 itu juga menegaskan siap mendukung setiap program bupati dan wakil bupati menuju Sula bahagia jika ia benar-benar dilantik oleh bupati. “Prinsipnya, saya siap mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah menuju Sula bahagia,” pungkasnya.(RL)

Baca Juga